PORTALMEDIA.ID. JENEPONTO - Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menyelidiki video berdurasi 76 detik yang perlihatkan aksi sekelompok pemuda memamerkan senjata tajam jenis anak panah (busur) saat konvoi sepeda motor.
Video yang tersebar di media sosial tersebut diduga kuat terjadi di Jeneponto dan terjadi baru-baru ini.
"Dari semalam masih kita kembangkan terus, nah jadi itu yang perlu diberitakan, supaya kita sama-sama tidak membuat ketakutan," kata Kapolres, AKBP Andi Erma Suryono kepada Portalmedia.id, Kamis (23/3/2023).
Baca Juga : Polres Gowa Ringkus 12 Geng Motor, Kerap Sebar Teror Busur
Dalam video berdurasi 76 detik itu menampilkan puluhan anak muda menggendarai sepeda motor sembari berboncengan tiga, melintasi jalan lingkar (RSUD Jeneponto), Kecamatan Binamu.
Lokasi yang di lalui oleh anak geng motor tersebut memang tergolong sepi. Minimnya penerangan lampu jalan memicu terjadinya aksi kriminalitas.
Parahnya lagi, seorang pemuda memakai sweter abu-abu berboncengan tiga membawa anak panah. Ia juga beraksi dengan menarik ketapelnya yang berisi anak panah, lalu membidik seolah-olah mempunyai target.
Baca Juga : Polrestabes Makassar Bekuk Pimpinan Geng Motor Pelaku Penyerangan Brutal Dua Remaja
Tak sampai disitu, geng motor itu juga menggeber-geber sepeda motornya hingga sepanjang jalan.
Menurut Kapolres, aksi geng motor tersebut sangat meresahkan hingga membuat masyarakat ketakutan.
"Yang jelas meresahkan, semoga rasa takut masyarakat tidak bertambah," ungkapnya.
Baca Juga : Semakin Meresahkan, Geng Motor Serang Masjid di Makassar dengan Busur Panah
Andi Erma Suryono mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya korban dari aksi tersebut. Polisi berjanji akan menumpas geng tersebut.
"Belum ada untuk laporan pengaduan maupun laporan polisi mengenai korban, tapi kita mengetahui adanya itu terus kita bertindak, mohon waktu untuk kita tuntaskan," tegasnya.
Untuk mengantisipasi kejadian, pihaknya telah menyebarkan anggota untuk berpatroli secara rutin.
Baca Juga : Remaja di Makassar Diserang dengan Anak Panah, Pelaku Diduga Kelompok Geng Motor
"Sudah kita bagi patroli rutin, tambahan giat pam tempat ibadah, jam-jam dan lokasi rawan dan juga tempat-tempat keramaian pak, kita maksimalkan pak untuk kenyamanan orang menjalankan ibadah bulan ramadhan," jelasnya.
Selain itu, polisi juga sudah memasang sejumlah spanduk dan menghimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati.
"Sudah smua pak spanduk-spanduk himbauan dan kita sudah pasang di kecamata-kecama5an, himbauan langsung juga sudah, ke sekolah juga kemarin kasat reskrim melaksanakan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News