PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Menjelang penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) menyambut Idul Fitri 1444 H tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampapua) mengingatkan jerat perusahaan investasi bodong.
Kasub Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Normasita mengingatkan untuk berha-hati, mengingat momen pembagian THR kerap dimanfaatkan perusahaan investasi bodong untuk menjerat masyarakat, hal ini disampaikan dalam talkshow Pesona Ramadan yang digelar J-Pro, Jumat, (7/4) di Pelataran Mal Ratu Indah.
Untuk itu, Normasita memberikan edukasi mengenali ciri-ciri perusahaan investasi bodong seperti, menawarkan keuntungan yang tinggi sekitar 30% hingga 50%, keuntungan didapatkan dalam durasi singkat, adanya skema bonus perekrutan anggota, juga adanya skema Ponzi.
Baca Juga : Harga Emas di Pegadaian Melonjak, UBS Hampir Tembus Rp3 Juta per Gram
" Juga ada iming-iming klaim tidak ada resiko, padahal kita tahu semua investasi selalu ada resikonya, misalnya properti punya resiko kebakaran misalnya. Jadi kalau semua ciri-ciri tadi sudah ada dalam penawaran sebuah perusahaan investasi maka itu alarm lampu merah kalau perusahaan itu bodong," ujar Normasita.
Normasita juga mengingatkan untuk senantiasa berkoordinasi dengan OJK, dan mengakses informasi yang kredibel seperti call center OJK hingga pesan WhatsApp ke OJK, bila ada penawaran investasi untuk segera mengecek ke OJK.
Dodie Christian Kukus, Manager Marketing PT. GMTD, mengatakan investasi yang cukup menjanjikan saat ini adalah properti. Untuk investasi ini Dodie mengingatkan untuk berinvestasi pada perusahaan yang sudah terpercaya dan berpengalaman.
Baca Juga : Modus Asmara Palsu Makan Korban, OJK Ungkap Kerugian Love Scam Rp49,19 Miliar
GMTD sendiri sudah 25 tahun mengelola properti di kota Makassar turut membangun pertumbuhan ekonomi kota Makassar selama ini. Juga ia membenarkan bahwa saat ini peluang investasi di bidang properti saat ini cukup tinggi di kota Makassar.
" Dari data kami, prospek investasi di bidang properti, kota Makassar tertinggi dan menyusul Surabaya dan Jakarta, benar kata pak Ilham untuk investasi properti tidak perlu jauh-jauh ke luar kota Makassar, orang Papua saja ke Makassar untuk berinvestasi," kunci Dodie.
Salah satu investasi yang juga cocok dilakoninya warga Kota Makassar dan warga Sulsel pada umumnya adalah emas, Tamrin Muttakin, Head Marketing Executive PT. Pegadaian yang salah satu layanan andalannya adalah jual beli dan gadai emas ini mengingatkan untuk warga yang menginginkan investasi emas dalam bentuk fisik untuk memeriksa kadar emasnya pada layanan yang terpercaya yang disebut sebagai penaksir emas.
Baca Juga : OJK Siapkan Jurus Dorong Pertumbuhan Kredit di Tahun 2026
"Arti emas bagi masyarakat Sulsel itu unik sebenarnya, bukan cuma soal investasi saja tapi soal simbol kejayaan atau status sosial tapi kami mengingatkan untuk berhati-hati karena sudah ada beberapa perusahaan investasi emas yang ternyata bodong jadi bila kita berinvestasi emas dalam bentuk fisik jangan ragu untuk mengecek kadar emasnya kalau dikami disebut penaksir," ujar Tamrin.
Normasita juga memberikan tips untuk bisa punya investasi maka, pendapatan harus dibagi dalam format pos-pos pengeluaran 10, 20, 30, 40.
"10 persen untuk dana sosial, jadi kalau ada zakat ada infak maka posnya dalam pengeluaran keuangan kita adalah 10 persen. Sementara 20 persen untuk tabungan, dana darurat dan investasi. 30 persen untuk bayar utang alias cicilan, usahakan cicilan adalah bersifat produktif namun kalau tidak bisa maka paling tinggi porsinya 30 persen. Kemudian porsi yang terbesar yakni 40 persen memang untuk kebutuhan hari-hari atau rumah tangga. Yang pasti kalau lebih besar pasak daripada penghasilan memang akan susah untuk berinvestasi," pungkas Normasita.
Baca Juga : Hadapi Gugatan GMTD, PT Hadji Kalla Siapkan Bukti Kuat dan Dua Kantor Hukum
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News