0%
Minggu, 22 Mei 2022 10:30

Hidupkan Wisata Rafting di Sungai Mata Allo Enrekang; Demi Tumbuhkan Kesadaran Warga Tidak Buang Sampah ke Sungai

Editor : Azis Kuba
Kelompok pengembangan wisata arung jeram Mata Allo atau Mata Allo Rafting saat melakukan pengarungan di Sungai Mata Allo, Enrekang. (foto: Darwin/IST)
Kelompok pengembangan wisata arung jeram Mata Allo atau Mata Allo Rafting saat melakukan pengarungan di Sungai Mata Allo, Enrekang. (foto: Darwin/IST)

Komunitas Palm Indonesia membentuk tim operator pengelolah Rafting di Sungai Mata Allo, tujuannya sederhana dengan ramainya kegiatan pengarungan sungai tersebut diharapkan menumbuhkan kesadaran warga Enrekang untuk tidak membuang limbah dan sampah ke sungai.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Upaya komunitas pengembangan wisata arung jeram Mata Allo membuat rute rafting di sungai Mata Allo, Kabupaten Enrekang di media sosial Facebook dan Instagram sepertinya membuahkan hasil. Dinas Pemuda Olahraga dan Parawisata (Dispopar) Enrekang sudah menjajal rute jeram sungai yang mayoritas hulunya berada di pengunungan Latimojong, gunung tertinggi di pulau Sulawes dan mendapat julukan atap Sulawesi.

Sungai ini punya pertemuan dengan sungai Saddang yang mengalir hingga Polewali Sulewesi Barat.

Berbagai postingan foto dan video kegiatan arung jeram alias rafting yang dibagikan oleh Darwin, pendiri komunitas pengiat literasi, Pohon Pustaka Kalimbua, melalui akun pribadinya bernama Wiwin A*** sejak awal tahun 2022 memang mampu menyedot perhatian warganet, mengundang rasa penasaran dan rasa ingin coba riam sungai Mata Allo.

Baca Juga : Pj Gubernur Prof Zudan Lantik Marwan Mansyur Jadi Pj Bupati Enrekang

Terlebih jeram sungai Mata Allo belum pernah dieksplor potensinya untuk rafting happy fun namun tetap memacu adrenalin di atas perahu karet.

Walau sebelumnya sudah pernah dilakukan kegiatan eksplorasi jeram dengan tujuan untuk bersenang-senang. Seperti pada Festival Massenrempulu pada 2017 lalu digelar river tubing yang diramaikan oleh warga Enrekang dan sejumlah penyandang disabilitas.

Pada festival itu juga digelar kompetisi river tubing yang dibagi ke dalam kelas lomba Slalom, head to head, down river race, dan time trial. Sementara disabilatas yang ikut merupakan penyadang difabel buta dan difabel daksa kinetik.

Baca Juga : CEO Bali Hastie Indomalaya Pulang Kampung ke Enrekang, Hibahkan Ambulans Gratis

Kelompok pengembangan wisata arung jeram Mata Allo atau Mata Allo Rafting saat melakukan pengarungan di Sungai Mata Allo, Enrekang. (foto: Darwin/IST)

Setelah para pemuda di kecamatan ini mencoba dengan river tubing atau ban dalam kendaraan (inner tube) roda empat untuk mengarungi arus sungai sepanjang sekitar 500 meter. Kini, kelompok pengembangan wisata arung jeram Mata Allo atau Mata Allo Rafting sudah punya perahu karet sehingga bisa mengeksplorasi jeram secara keseluruhan.

Sekedar diketahui operator rafting Mata Allo digerakan oleh Komunitas Palm Indonesia, lini kepemudaan dari pengiat pustaka Pohon Pustaka Kalimbua, Enrekang.

Baca Juga : Meriahkan HUT RI 78, Panwaslu Malua Enrekang Gelar Edukasi Pemilu

Darwin mengatakan tujuan memposting kegiatan rafting di sosial media memang untuk memperkenalkan kepada masyarakat Enrekang, khususnya dan Sulsel umumnya bahwa sungai Mata Allo punya potensi wisata untuk kegiatan olahraga semacam rafting.

“Kegiatan ini dicetuskan oleh kami, ” kata dia.

Pengiat lingkungan hidup ini mengatakan sungai Mata Allo melintasi delapan kecamatan dari 12 total kecamatan kebupaten tetangga Tana Toraja ini. Seperti Kecamatan Buntu Batu, Baraka, Anggeraja, Alla, Curio, Malua dan Kecamatan Enrekang. 

Tiga Pilihan Trip Rafting Sungai Mata Allo dengan Grade Kesulitan Rendah Hingga Ekstrem

Baca Juga : Hadiri Lomba Mobile Fox Hunting di Enrekang, IAS: Semoga Lomba Ini Bisa Menebar Kebaikan

Beberapa pekan menjajal riak sungai, operator rafting Mata Allo akhirnya menetapkan tiga pilihan trip riam.

Pengiat masyarakat Adat Kabupaten Enrekang ini menyebutkan; pertama, trip yang mengambil start di Pasui, Kecamatan Buntu Batu dan berakhir di Simpin Desa Lunjen, Kecamatan yang sama. Jarak trip ini sepanjang 4 kilometer dan durasi pengarungan minimal 4 jam.

Rute ini masuk dalam kategori IV ke V. Inilah jeram yang mampu mengundang adrenalin dan sisi petualangan sungai. Karakteristiknya grade ini; jeram panjang dan menyambung, kerap menemukan bebatuan besar di sekitar jeram dan kemiringan yang ekstrim.

Baca Juga : Garap Dapil Sulsel 3, Terungkap Darah Enrekang IAS dari Puang Simpajo Baso Malua

Disinilah pentingnya operator rafting yang akan memandu rute, memberi pengetahuan dan teknik atau keterampilan berarung jeram, dan memberi dukungan peralatan memadai.

 

 Jajal rute arung jeram grade ekstrem di Sungai Mata Allo, Enrekang dipandu operator Rafting “Mata Allo”. (foto: Darwin/IST)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer