PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon wakil presiden Pilpres 2024. Hal ini tergambar dalam survei Politika Research & Consulting (PRC).
Politikus Gerindra ini memiliki elektabilitas sebesar 13,5 persen. Diikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 11 persen, serta Gubernur Jawa Ridwan Kamil 10,4 persen.
Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting Rio Prayogo menjelaskan, Sandiaga menjadi calon wakil presiden yang dipilih masyarakat karena sudah punya branding. Ingatan publik kepada Sandiaga sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019 lalu masih sangat kuat.
Baca Juga : Kunjungi Dua Gereja di Malam Natal, Fadel Ajak Masyarakat Bangun Semangat Solidaritas Antarumat Beragama
"Sandiaga Uno punya branding calon wakil presiden idola semua survei. Sandi diminati sebagai cawapres," kata Rio saat pemaparan survei di Jakarta, dikutip dari liputan6.com, Minggu (24/7/2022).
"Karena memang Sandiaga mantan Paslon yang bertarung di Pilpres 2019 residu politik masyarakat masih terngiang sosok Sandiaga Uno," jelasnya.
Sandiaga juga dinilai memiliki ketokohan yang disukai masyarakat, punya modal finansial yang bagus pula untuk maju di Pilpres. Hanya saja terhalang karena Gerindra memiliki sosok Ketua Umum Prabowo Subianto yang didorong maju sebagai capres.
Baca Juga : Sanksi Politik! Gerindra Copot Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang Nekat Umrah di Tengah Bencana
"Sandiaga secara ketokohan bagus secara finansial bagus, tapi satu kamar dengan Prabowo," kata Rio.
Top of Mind Cawapres
Sementara itu nama lain yang muncul dalam top of mind calon wakil presiden adalah Ganjar Pranowo 8,9 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,2 persen, Prabowo Subianto 3,6 persen, Erick Thohir 2,9 persen, Basuki Tjahaja Purnama 1,8 persen, Andika Perkasa 1,5 persen, Puan Maharani 1,5 persen, Khofifah Indar Parawansa 1,2 persen, Ma'ruf Amin 1 persen, dan lainnya 3,5 persen.
Survei digelar pada 12 Juni-3 Juli 2022. Survei dilakukan dengan wawancara telepon terhadap 1200 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei kurang lebih 2,74 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News