PORTLMEDIA.ID -- Arab Saudi dan Uni Emirat Arab alan melakukan pengamatan hilal pada Jumat (21/4/2023) untuk menentukan Idulfitri. Jika hilal terlihat, maka Idulfitri akan dimulai pada Sabtu, 22 April 2023. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka puasa Ramadan akan dilanjutkan selama satu hari lagi, dan Idulfitri akan dimulai pada 23 April 2023.
Hal ini sesuai dengan praktik tradisional yang dilakukan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia dalam menentukan awal bulan Syawal, bulan yang menandai berakhirnya puasa Ramadan.
Majid Abu Zahra dari Jeddah Astronomical Society menyatakan bahwa secara teknis hilal atau bulan sabit pertama akan muncul di langit pada malam Kamis. Namun, bulan tersebut tidak akan disinari oleh sinar matahari dan akan sulit terlihat tanpa peralatan khusus.
Baca Juga : Strategi Pangan Presiden Prabowo: Mentan Amran Pastikan Stok Bahan Pokok Surplus hingga Idul Fitri
"Bulan akan sangat mudah dilihat dengan mata telanjang jika langit cerah, pada Jumat malam," kata Abu Zahra, seperti dikutip dari Al-Arabiya.
Namun, pejabat masih dapat menyatakan bahwa awal Idulfitri jatuh pada Jumat jika penampakan bulan pada Kamis telah dikonfirmasi oleh saksi mata.
Sebelumnya, Mahkamah Agung Arab Saudi telah meminta masyarakat untuk mencoba melihat bulan sabit yang menandakan akhir Ramadhan pada Kamis malam.
Baca Juga : 20 Tahun Koma, Pangeran Arab Saudi Meninggal Dunia
Sementara itu Pusat Astronomi Internasional Abu Dhabi memposting Tweet yang menyatakan bahwa hilal tidak akan terlihat dari mana pun di dunia Islam pada Kamis, selain dari bagian Afrika Barat, itupun jika menggunakan teleskop dan cuacanya tepat.
"Meskipun kondisi astronomis menunjukkan bahwa bulan tidak dapat terlihat pada Kamis malam, ada kemungkinan pejabat masih menerima kesaksian saksi mata dan oleh karena itu Idulfitri masih dapat dimulai pada Jumat," tambah pusat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

