0%
Senin, 24 April 2023 22:35

Perang Saudara Sudan Semakin Memburuk, 40 Mahasiswa Asal Sulsel Akan Dievakuasi

Penulis : Nurfitri
Editor : Rahma
Syakir Syafruddin/Int
Syakir Syafruddin/Int

Dari laporan sekitar 40 orang mahasiswa asal Sulsel yang akan ikut di evakuasi tahap 2

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Perang saudara antara paramiliter Rapid Support Force (RSF) dan militer Sudan yang terjadi di Ibu Kota Khartoum terus memburuk. Untuk itu evakuasi tahap ke 2 akan dilakukan.

Dari laporan sekitar 40 orang mahasiswa asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang akan ikut di evakuasi tahap 2, setelah sebelumnya dilakukan evakuasi tahap pertama kepada sekitar 538 orang WNI (Warga Negara Indonesia) yang ada di Sudan.

"Rencananya hari ini akan dievakuasi oleh KBRI. Informasinya menunggu konfirmasi bus yang akan membawa kami ke Fort Sudan dengan waktu tempuh sekitar 8-10 jam," ungkap Syakir Syafruddin, seorang mahasiswa yang sedang menimbah ilmu di Fakultas Tarbiyah International University of Africa Sudan asal Sulsel, Indonesia. Senin (24/04/2023)

Baca Juga : Silatnas Wahdah Islamiyah, Zulhas Serukan Bersatunya Umat untuk Hadapi Tantangan Bangsa

Syakir melalui panggilan video dari Makassar, Senin pada konferensi pers evakuasi WNI di Sudan ke Makassar mengemukakan bahwa dia bersama puluhan temannya dari Sulsel tengah berkumpul di Sekretariat Wahdah Islamiyah.

"Kemarin sempat ada tentara yang menggedor-gedor pintu tapi kami tidak buka," ujar Syakir berkisah dari panggilan video yang kondisinya tidak begitu stabil.

Syakir memang mengeluhkan jaringan internet dan telepon kurang bagus sejak peperangan berlangsung. Ia juga mengaku cadangan makanan yang tersedia hanya sampai hari ini.

Baca Juga : BSI Sepakati Kerja Sama dengan Wahdah Islamiyah

Maka dari itu, ia berharap seluruh teman-temannya dan WNI lainnya bisa segera dievakuasi. Evakuasi pertama telah dilakukan, mengutamakan anak-anak, perempuan hamil dan lansia.

Adapun waktu tempuh dari tempat Syakir ke Fort Sudan sekitar 8-10 jam sedangkan dari Fort Sudan menuju Jeddah sekitar 10-12 jam. Jadi dibutuhkan setidaknya 22 jam untuk berada di kondisi aman.

Soal keamanan kapal feri, dimungkinkan kapal yang terjamin keamanannya oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Baca Juga : Pimpinan Wahdah Islamiyah Apresiasi Program Keagamaan Pemkab Sidrap

"Karena ini kondisi darurat, jadi mereka kita minta hanya membawa ransel dan paspor mereka, khususnya para pelajar ini," ujar Ketua Ikatan Alumni Sudan Bidang 1 Sumber Daya Manusia dan Organisasi) Muhammad Fakhrurrazi Anshar menambahkan.

Saat ini, WNI yang telah dievakuasi tahap pertama tengah menunggu di Fort Sudan untuk diberangkatkan dengan moda transportasi laut atau kapal feri menuju Jeddah. Mereka masih menunggu kedatangan WNI yang dievakuasi tahap ke 2 untuk sama-sama diberangkatkan ke Jeddah.

Fakhrurrazi pun mengapresiasi Kemenlu RI dan KBRI di Sudan untuk Indonesia yang mengupayakan kepulangan WNI dari Sudan.

Baca Juga : Awali Tahun 2024, Ustadz Zaitun Rasmin Hadiri Silaturahim Nasional Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah

"Pemerintah Pusat telah berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi, termasuk di Jeddah untuk menyambut dan memberikan keamanan kepada WNI yang akan diberangkatkan ke Jeddah, lalu diberangkatkan kembali ke Tanah Air," ujar Fakhrurrazi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer