PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, melakukan kunjungan kerja ke Sulsel, Senin (25/7/2022) malam.
Kedatangannya disambut langsung Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Kepada Andi Sudirman, I Gusti Ayu Bintang Darmawati meminta agar Pemprov Sulsel menerapkan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Baca Juga : Momentum Peringatan 356 Sulsel, Andi Sudirman Tampilkan Bukti Nyata Efisiensi Rp1,4 Triliun dan Pemerataan
"Program ini telah dikembangkan sejak 2021, dan harapannya bisa segera diterapkan di Sulsel," ujar I Gusti Ayu, sapaan akrabnya yang dalam kunjungannya juga untuk memantau langsung perkembangan kasus perempuan dan anak yang terjadi di Sulsel.
Ia menjelaskan, DRPPA adalah sebuah desa/kelurahan yang berperspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan, yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, berkelanjutan, sesuai dengan visi pembangunan Indonesia.
"Pengembangan model ini untuk menjawab lima arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait PPPA, dimulai dari tingkat mikro yaitu desa atau kelurahan," ungkap Menteri PPPA.
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Tekankan Penguatan Ekonomi Daerah dan Stabilitas Keamanan di Sulsel
Kelima arahan tersebut, diketahui adalah peningkatan pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan berperspektif gender, peningkatan peran ibu/keluarga dalam pengasuhan/pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, dan pencegahan perkawinan anak.
"Model ini yang kita harapkan bisa terwujud, diaplikasikan dan diduplikasikan," harapnya.
Andi Sudirman Jelaskan Masalah Perempuan dan Anak di Sulsel
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan persoalan perempuan dan anak, seperti kekerasan, pernikahan dini, hingga pemenuhan gizi anak.
Baca Juga : Temui Massa Aksi, Gubernur Andi Sudirman Imbau Masyarakat Menahan Diri dan Jaga Sulsel
"Di Sulsel setiap ada persoalan kami turun melalui tim yang dibentuk, berbagai persoalan memang dihadapi, perlu edukasi yang kuat bahkan pendekatan melalui budaya," kata Andi Sudirman.
Pemprov sendiri selain melalui regulasi dan edukasi, juga melalui dukungan pada penganggaran untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Seperti halnya untuk stunting, di provinsi anggaran yang disiapkan sekitar Rp10 miliar. Sedangkan untuk kabupaten kota diberikan bantuan keuangan.
"Dengan upaya ini, peningkatan gizi dan penurunan angka stunting di Sulsel sangat baik," ungkapnya.
Baca Juga : Jelang Muswil VI, PKS Sulsel Silaturahim dengan Gubernur Andi Sudirman
Ia juga menyampaikan beberapa kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi. "Masalah perempuan dan anak memang perlu treatment khusus," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News