0%
Jumat, 29 Juli 2022 23:56

OVO Terpilih Wakili Indonesia dalam Evaluasi Organisasi Anti-Pencucian Uang Dunia FATF

Editor : Rasdiyanah
Salah satu bentuk transaksi dengan ovo. Foto: ist
Salah satu bentuk transaksi dengan ovo. Foto: ist

Platform pembayaran digital OVO, terpilih menjadi salah satu wakil Indonesia dalam evaluasi organisasi anti pencucian uang dunia FATF

PORTALMEDIA.ID, JAKARTA - Platform pembayaran digital OVO terpilih untuk turut serta mendukung upaya Indonesia untuk menjadi anggota penuh badan anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme internasional Financial Action Task Force (FATF).

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra menjelaskan, sebuah kehormatan besar bagi OVO terpilih mengikuti proses penilaian yang dilakukan oleh tim asesor FATF.

"OVO senantiasa mendukung upaya pemerintah melalui kepatuhan dan penerapan aturan APU-PPT dari Bank Indonesia dan PPATK. Selain itu, ini merupakan kesempatan untuk berkontribusi lebih demi kemajuan industri dan negara, bahkan di ranah global.” jelas dia dalam keterangan tertulis, dikutip dari liputan6, Jumat (29/7/2022).

Baca Juga : PPATK Blokir Rekening yang Tak Aktif Tiga Bulan, Begini Cara Bukanya

Indonesia merupakan satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota penuh FATF. Upaya Indonesia untuk menjadi anggota penuh FATF sudah berjalan sejak awal tahun 2018 atau pasca Indonesia telah dilakukan penilaian kepatuhan atas FATF Recommendation oleh Asia/Pacific Group on Money Laundering (APG), dimana Indonesia resmi berstatus “Observer” sejak Juni 2018.

Upaya Indonesia ini diiringi dengan peningkatan regulasi dan implementasi program anti-pencucian uang (APU) dan pencegahan pendanaan terorisme (PPT).

Tim Asesor Mutual Evaluation Review (MER) FATF yang terdiri dari perwakilan 9 negara, mengunjungi Indonesia mulai tanggal 18 Juli 2022 hingga 4 Agustus 2022 untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan Indonesia dalam penerapan program APU-PPT sesuai dengan rekomendasi FATF.

Baca Juga : PPATK Bekukan 5.000 Rekening Judi Online, Transaksi Tembus Rp600 Miliar

OVO bersama dengan regulator dan perwakilan lembaga penyedia jasa keuangan industri lainnya terlibat dalam proses evaluasi ini, yang nantinya akan menentukan keanggotaan penuh Indonesia di FATF.

Pembuktian Indonesia

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan, keanggotaan penuh di FATF adalah pembuktian stabilitas dan integritas sistem keuangan Indonesia, sehingga dapat membawa sejumlah manfaat termasuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar