0%
Rabu, 12 Agustus 2026 09:45

Lokakarya Nasional ABDSI 2026 di Untan Dorong Rekonstruksi Pendampingan UMKM dan Koperasi

Editor : Agung
Lokakarya Nasional ABDSI 2026 di Untan Dorong Rekonstruksi Pendampingan UMKM dan Koperasi
ist

Mengusung tema "Rekonstruksi Peran BDS dalam Menguatkan Youthpreneur, UMKM Digital, dan Koperasi", kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Temu Nasional Pendamping (TNP) IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026.

PONTIANAK, PORTALMEDIA.ID — Lokakarya Nasional Pendamping Koperasi dan UMKM 2026 resmi dibuka di Ruang Rapat Senat Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Selasa (11/8/2026). Mengusung tema "Rekonstruksi Peran BDS dalam Menguatkan Youthpreneur, UMKM Digital, dan Koperasi", kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian Temu Nasional Pendamping (TNP) IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026.

Rangkaian acara diawali dengan laporan panitia oleh Ketua Organizing Committee, Sarfandi, S.Pd., dilanjutkan sambutan selamat datang dari Wakil Rektor II Universitas Tanjungpura, Dr. M. Irfani Hendri, S.E., M.Si.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Business Development Services Indonesia (DPN ABDSI), Bahrul Ulum Ilham, Ph.D., turut memberikan arahan sebelum acara dibuka secara resmi oleh Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM, Ginda P. Siregar.

Dalam pemaparannya, Bahrul Ulum Ilham menjelaskan alasan pemilihan kata rekonstruksi dalam tema lokakarya kali ini. Menurutnya, layanan pendampingan bisnis UMKM selama ini kerap tumbuh menempel pada siklus program—hadir saat anggaran tersedia dan surut ketika program berakhir.

"Padahal tiga kelompok fokus utama lokakarya ini—wirausaha muda, UMKM terdigitalisasi, dan koperasi—menuntut pendampingan yang panjang, berjenjang, dan terukur. Melalui lokakarya ini, kita merumuskan standar layanan minimum seorang pendamping, mekanisme penilaian dan sertifikasi kompetensi, serta strategi keberlanjutan layanan," ujar Bahrul.

Sementara itu, Wakil Rektor II Untan, Dr. M. Irfani Hendri, menegaskan bahwa kesediaan Untan menjadi tuan rumah TNP IV merupakan wujud komitmen kampus agar tidak menjadi 'menara gading' di ujung barat Pulau Borneo.

"Perguruan tinggi harus hadir, berdampingan, dan menjadi bagian dari ekosistem yang setiap hari bergulat dengan persoalan riil usaha rakyat. Inilah wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi," tegas Irfani.

Dari sudut pandang pemerintah, Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kementerian UMKM, Ginda P. Siregar, menekankan pentingnya penguatan integrasi program pendampingan ke dalam satu ekosistem yang solid.

"Pelaku UMKM membutuhkan akses berkelanjutan terhadap mentor, teknologi digital, dan pembiayaan melalui platform terpadu seperti Entrepreneur Hub agar dapat naik kelas secara efektif," ungkap Ginda.

Sepanjang hari, para peserta mengikuti dua sesi pleno. Pleno pertama membahas ekosistem pendampingan berkelanjutan dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, International Labour Organization (ILO), serta akademisi. Pleno kedua menyoroti sinergi pendampingan koperasi dan UMKM lintas sektor, termasuk potensi bisnis di wilayah perbatasan.

Rangkaian hari pertama ditutup dengan Rapat Kerja Nasional DPN ABDSI periode 2026–2030 dan gala dinner bersama Gubernur Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur. Selain kegiatan utama, panitia juga menggelar Ekspo Wirausaha dan UMKM yang terbuka bagi peserta serta masyarakat umum sepanjang waktu istirahat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar