Crime Story

Fadli Sadewa, Cucu Mandiri Aminah yang Pergi Selamanya Setelah Dijemput Pesepeda Motor

Penulis : Firda
Nenek dan Kaker Fadil Sadewa, bocah 10 tahu yang tewas di tangan 2 remaja di Kota Makassar. Foto: Potalmedia.id/Firda

Nama Fadil Sadewa menjadi bahan perbicangan setelah ramai diberitakan menjadi korban pembunuhan oleh 2 remaja di Kota Makassar. Bagaimana cerita keseharian dan Dewa di mata neneknya? Portalmedia.id mencoba merangkum ini dengan cerita bersama nenek Aminah.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sabtu malam di awal tahun 2023, nenek Aminah (50) tidak menyangka permintaan Fadli Sadewa untuk tertelap di tempat tidur dan bantal nenek Aminah menjadi kenangan terakhirnya bersama cucu kecilnya tersebut.

“Nek, mauka tidur di tempat ta sama pakai bantal ta, di sini-sini ki nek,” kata Aminah dengan dialek Makassar, menirukan ucapan Fadli Sadewa malam itu.

Nama Fadli Sadewa menjadi ramai diperbincangkan belakangan ini di Kota Makassar. Dewa, sapaan karibnya, diketahui merupakan bocah korban peculikan dan pembunuhan sadis oleh 2 orang remaja yang belakangan diketahui mereka membunuh dengan motif ingin menjual organ dari Dewa. 

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Bocah 10 Tahun Peragakan 35 Adegan, Sempat Beli Rokok untuk Tenangkan Diri

Kepada neneknya Dewa menganggap seperti orang tuanya sendiri. Bagaimana tidak, Dewa telah diasuh oleh nenek Aminah sejak berusia tiga tahun, ketika ibunya memilih untuk meninggalkan ayahnya beberapa tahun silam dan membuat ia dan sang kakak dititipkan kepada orang tua dari ayah meraka yaitu Aminah dan Jamaluddin.

Aminah menceritakan aktivitas sehari-hari cucunya, di mana pada hari bersekolah ia akan bangun untuk menuju sekolah, dan sekitar pukul 14.00 Ia kembali ke rumah untuk istirahat lalu lanjut keluar bermain sambil mencari pundi-pundi rupiah.

Mencari rupiag yang dewa tekuni di usianya yang belia itu tidak pernah dipaksa oleh keluarga, namun karena sifat mandiri yang Ia miliki sejak kecil membuatnya bekerja keras untuk sekadar mendapatkan uang jajan agar bisa bermain dan tidak menyusahkan nenek dan kakeknya.

Baca Juga : Orang Tua Pelaku Pembunuhan Bocah 10 Tahun di Makassar Hidup Terlantar dan Diasingkan Keluarga

“Dewa itu kalau pulang dari kasih parkir orang, dia suka beli mie dua. Malamnya dia makan, satunya dia simpan untuk besoknya, jadi kalau pulang sekolah dia cari itu mienya yang semalam dia simpan,” cerita Aminah masih dengan dialek Makassar. 

“Nek mana mie ku yang tadi malam, mauka makan i,” sekali lagi Aminah meniru perkataan Dewa   sambil membasuh air matanya menggunakan jilbab pasang warna coklatnya kala itu.

Pengangkat Barang di Pasar Toddopuli

Tak hanya menjadi tukang parkir di kala orang dewasa tidak sedang menjaga swalayan itu, ia juga menjadi pengangkat barang di pasar Toddupuli, sehari-hari ia membantu penjual dan pembeli untuk membantu mengangkat barang-barangnya.

Baca Juga : Dalami Aksi Perusakan Rumah Pelaku Pembunuhan Bocah 10 Tahun di Makassar, Polisi Sisa Tunggu Laporan

Bahkan pernah suatu hari Dewa bercerita kepada neneknya tentang beratnya pekerjaan yag dia lakukan di pasar, tapi diupah dengan nominal yang cukup kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru