Kasus Pencuri yang Dikeroyok Massa hingga Tewas di Makassar, 18 Warga Dijebloskan ke Sel

Penulis : Reza Rivaldi
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol yang diwawancarai di ruang kerjanya (Portal Media/Reza)

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian itu tewas akibat hantaman benda tumpul.

PORTAL MEDIA, ID. MAKASSAR -- Belasan warga, mereka adalah penghuni maupun warga di Mes Waskita Kompleks Kesehatan diamankan polisi lantaran diduga melakukan penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap seorang pria yang merupakan pelaku tindak pidana pencurian.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan bahwa sedikitnya ada 18 orang yang diamankan. Mereka dijebloskan ke sel tahana lantaran diduga kuat melakukan aksi pengeroyokan hingga menyebabkan kematian.

"Sudah kita amankan 18 orang yang melakukan pengeroyokan. Yah kita akan periksa akan dikenakan pasal 170. Pelaku ini sekaligus korban, dimana dia melakukan aksi tindak pidana pencurian, dia mengambil paksa handphone korban dan kemudian korban berteriak sehingga orang dalam mes turun semua," ucap Ridwan saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Senin (6/2/2023) siang.

Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar

Kata Ridwan, pemicu kemarahan warga lantaran korban sempat melakukan perlawanan dengan menyerang salah seorang warga dengan senjata tajam yang dibawanya.

"Korban ini sempat melakukan perlawanan karena dia dikeroyok. Korban mengalami luka benda tajam, sehingga kemungkinan korban kehabisan darah," ucapnya.

Perwira polisi berpangkat dua bunga melati itu juga menyebut bahwa guna mengantisipasi adanya aksi yang tidak diinginkan, Ridwan mengaku telah melakukan kordinasi dengan Polsek Rappocini guna pengamanan.

Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat

"Kita lakukan kordinasi dengan Polsek dan Binmas bahwa untuk melakukan pengamanan disana dan memberikan edukasi kepada pihak-pihak atau masyarakat agar tidak terpancing dengan berita-berita yang belum jelas," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Sahabuddin (31) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan atau curas, tewas bersimbah darah usai kepergok warga saat menjalankan aksinya.

Peristiwa itu terjadi di Mess Waskita Kompleks Kesehatan, Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulsel, pada Minggu (5/2/2023) dini hari.

Baca Juga : Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pengeroyokan di Gowa, 5 Pelaku Diamankan Polisi

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian itu tewas akibat hantaman benda tumpul hingga luka tusukan yang bersarang ditubuhnya.

Kapolsek Rappocini, AKP Muhammad Yusuf mengatakan, peristiwa bermula saat Sahabuddin ini diduga hendak akan melakukan aksi pencurian dengan memasuki salah satu kamar di lantai dua Mess kesehatan tersebut.

"Yang tewas ini diduga pelaku pencurian yang memasuki salah satu kamar atau tempat tinggal warga perumahan. Tapi ketahuan salah warga," jelas Yusuf dalam keterangannya, Minggu siang.

Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu

Saat menjalankan aksinya, rupanya Sahabuddin terpantau oleh salah satu warga bernama Ardi (28). Ardi pun mencoba menutup pintu pagar guna Sahabuddin tidak bisa melarikan diri.

Setelah menutup pagar, Ardi pun membangunkan sejumlah rekannya memberitahukan bahwa ada pencuri yang sedang menyantroni mes mereka.

Tak lama, Sahabuddin pun hendak kabur namun dipergoki oleh para pemuda yang telah menantinya sejak tadi. Di situ, Sahabuddin disebut panik sehingga mengeluarkan sebilah senjata tajam jenis badik yang dibawanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berikan Komentar
Berita Terbaru