Juru Parkir di Makassar Ditangkap Atas Kepemilikan Senjata Api Milik Polisi
Saat diamankan H sempat memberikan perlawanan
PORTALMEDIA.ID,MAKASSAR- Pihak kepolisian mengamankan seorang juru parkir (Jukir) liar di kawasan Taman BPJS Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), atas kepemilikan senjata api yang diketahui milik polisi.
Pria yang diamankan tersebut yakni berinisial H (28). Penangkapan tersebut berawal dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan patroli di kawasan wisata kuliner itu mengantisipasi adanya parkir liar.
Saat diamankan H sempat memberikan perlawanan, namun setelah dibujuk, H pun berhasil digelandang ke posko keamanan Satpol PP.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan bahwa senjata api jenis CZ P-10 S yang dikuasai H merupakan milik salah seorang anggota Polri. Senjata api itu sempat dinyatakan hilang pada awal Maret lalu.
"Iya (milik anggota polisi.red) yang hilang," kata Ridwan kepada awak media.
Setelah diinterogasi dan digeledah, anggota Satpol PP menemukan senjata api jenis CS P-10 S yang diselipkan di pinggang H dengan magazen yang penuh dengan peluru tajam berukuran 9 milimeter.
Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
Petugas Satpol PP setempat pun langsung melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian. Hingga H dibawa polisi untuk diinterogasi lebih lanjut.
Sementara, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto mengungkapkan bahwa H ini rupanya residivis dalam tindak pidana pencurian dengan pemberatan.
Budhi juga menegaskan, ditangkapnya H ini tidak sama sekali berkaitan dengan kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Apa lagi, Jokowi kala itu disebut hendak mengunjungi Masjid 99 kubah yang terletak tidak jauh dari lokasi ditangkapnya H.
Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu
"Iya itu pelaku yang memiliki senjata api. Tidak ada kaitannya dengan kunjungan Presiden. Pelaku memang residivis pencurian dengan pemberatan kebetulan yang bersangkutan ditangkap tidak jauh dari lokasi mesjid terapung," ungkap Budhi saat diwawancarai awak media, Kamis (31/3/2023) kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News