Begini Kronologi Kaburnya 5 Tahanan di Polsek Tallo, Gunakan Gergaji dari Petugas Kebersihan
Para tahanan yang kabur rata-rata merupakan tersangka dalam kasus tindak pidana penganiayaan
PORTAL MEDIA. ID, MAKASSAR- Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengungkapkan, aksi melarikan diri 5 tahanan di sel Polsek Tallo yang dilakukan pada Selasa (18/7/2023) sekitar pukul 03:30 dini hari, memanfaatkan situasi lengah petugas piket.
"Saya informasikan bahwa benar di Polsek Tallo ada lima tahanan yang melarikan diri," jelasnya.
Para tahanan yang kabur rata-rata merupakan tersangka dalam kasus tindak pidana penganiayaan ini melarikan diri dengan cara memotong teralis besi jendela ruang sel menggunakan gergaji.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar
Ngajib mengatakan, gergaji besi yang digunakan tahanan untuk memotong teralis jendela sel didapatkan dari petugas kebersihan atau Pekerja Harian Lepas (PHL) Polsek Tallo.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, gergaji besi yang dimiliki tahanan berasal dari dua orang yang melakukan pembersihan kantor," ucapnya.
Sebelum melarikan diri, ada dua orang PHL membersihkan kantor polisi tersebut. Mereka pun menitipkan gergaji kepada tahanan lantaran bakal digunakan kembali.
Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
"Jadi ada PHL, dia lah yang menyimpan gergaji. Jadi yang membersihkan kantor itu PHL, bukan tahanan. Jadi bukan tahanan yang digunakan untuk membersihkan kantor," kata Ngajib.
Disaat itu lah, lima tahanan nekat ini mengambil gergaji besi lalu digunakan untuk memotong teralis besi jendela sel. Setelah berhasil memotong dua batang teralis besi, mereka pun memanjat tembok dan kabur.
Ngajib menjelaskan, saat ini baru satu tahanan kabur yang berhasil ditangkap di kediamannya di Jalan Kandea, Kota Makassar, Sulsel. Empat tahanan lainnya masih dalam pengejaran.
Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu
"Salah satu tersangka sudah kita amankan, jadi sisa empat yang masih dikejar. Kita harapkan menyerahkan diri kembali," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News