0%
Jumat, 01 September 2023 17:34

Kadin Gowa Atur Langkah Strategis Agar Krisis Air Tak Ganggu Produksi Pangan

Editor : Gita Oktaviola
Kadin Gowa Atur Langkah Strategis Agar Krisis Air Tak Ganggu Produksi Pangan
ist

Katanya, ia bersama tim saat ini sedang mempersiapkan antisipasi kekeringan di Gowa.

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gowa secara bertahap mengembangkan langkah strategis untuk mengantisipasi krisis air dan pangan akibat kekeringan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ardiansyah Arsyad Ketua Kadin Gowa. Katanya, ia bersama tim saat ini sedang mempersiapkan antisipasi kekeringan di Gowa.

"Kami sedang membangun sumur endapan di dua tempat. Satunya di daerah Panakukang dan satunya lagi di Limbung Baje'," ucapnya saat dikonfirmasi portalmedia.id via telepon, Jumat (1/9).

Baca Juga : Pemerintah Naikkan HET Beras Premium, Ini Daftar Harga Tiap Wilayah

Selanjutnya, Ardi sapaannya menyampaikan tak hanya sumur jadi alternatif. Ia juga telah membangun jembatan dan kolam untuk menampung air.

"Air yang ditampung inilah nantinya yang akan digunakan oleh petani untuk dialiri ke sawah tempat tanam padi," pungkasnya.

Selain itu, saat dikonfrmasi soal kondisi harga beras di Gowa. Ardi menuturkan jika pihaknya telah jauh hari membangun strategi agar menekan laju harga beras yang saat ini sedang melonjak.

Baca Juga : Kemendagri Beri Instruksi ke Pemda Jaga Penyaluran Beras Antisipasi Kenaikan Harga

"Kami bekerjasama dengan ventor untuk membantu petani menyiapkan kebutuhan produksi beras. Misalnya pupuk, bibit dan lainnya. Ini cara kami agar harga beras tidak melonjak," terangnya.

Kalau pun terjadi masalah di lapangan ucapnya, para petani tidak menanggung rugi sebab kolaborasi yang dibangun oleh petani dan vendor tak berpengaruh pada produksi beras.

"Mereka kan menerima gaji langsung dari vendor sesuai dengan kesepakatan bersama. Makanya harga tidak berpengaruh," tambah Ardi.

Baca Juga : Harga Beras Terus Meroket di Sejumlah Daerah

Sebelumnya diberitakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai resiko krisis air yang akan melanda Indonesia 2050 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Katanya, kenaikan temperatur bumi saat ini akan beresiko pada krisis air beberapa tahun kedepan.

Dwikorita memprediksi bumi akan mengalami kerentanan pada stok pangan tahun 2050.

Baca Juga : Pedagang Pasar Prediksi Harga Pangan Melonjak 75% Mendekati Nataru

"Itu melanda hampir semua negara, termasuk Indonesia," tegas Dwikorita, Senin (21/8).

Tak hanya itu, FAO juga menyampaikan hasil penelitian yang sama dengan prediksi BMKG.

FAO mengungkapkan,lebih dari 500 juta petani skala kecil hanya akan memproduksi 80 persen stok pangan dunia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Baca Juga : Bantuan Polda Sulsel Wujudkan Impian Pemuda Berangkat Umroh ke Arab

"Jadi dampak perubahan iklim selain kenaikan permukaan air laut, lahan yang semakin sempit, pangan pun semakin berkurang. Kita mau impor beras dari mana, semuanya lebih parah dari Indonesia," papar Dwikorita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer