PORTAL MEDIA. ID, MAKASAR-- Polrestabes Makassar terus melakukan upaya menekan angka kriminalitas jalanan di beberapa titik kota.
Melalui program 'Pajama Barakka' misalnya, Polrestabes Makassar membina para mantan narapidana untuk mencari uang dengan cara yang halal.
Hal ini diyakini bisa menjadi solusi agar kejahatan yang sama tidak terulang. Seperti begal, mencuri, dan sebagainya.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar
Dengan satu usaha berupa pencucian motor, program ini berjalan sangat masif. Jajaran Polrestabes Makassar telah mendirikan sebanyak 10 unit tempat di berbagai titik di Kota Makassar.
Terbaru yang baru saja kembali diresmikan, tepatnya di Jl. Tupai, Kota Makassar. Lokasi ini berada di wilayah hukum Polsek Mamajang.
"Ini bertujuan untuk mempekerjakan anak-anak remaja ataupun pemuda yang sampai saat ini belum mendapatkan pekerjaan," ujar Ngajib saat ditemui di lokasi.
Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
Tambahnya, program tersebut dikhususkan untuk mereka yang rata-rata sering melakukan hal negatif.
"Seperti terlibat geng motor, perang kelompok, atau kejahatan lainnya," Ngajib menuturkan.
Perwira Polisi dengan tiga melati di pundaknya itu menyebut, Pajama Barakka yang baru saja dihadirkan di wilayah hukum Polsek Mamajang, adalah lokasi yang kesepuluh.
Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu
Dikatakan Ngajib, selama Pajama Barakka hadir, sudah lebih dari 50 orang mantan-mantan pelaku kriminal yang dipekerjakan.
Mereka memang sengaja diarahkan untuk mengambil tanggung jawab terhadap kegiatan positif dan menghasilkan, agar kelak tidak lagi melakukan aksi kejahatan.
"Kalau targetnya, ini secara keseluruhan. Kita sudah petakan, ada 20 tempat. Nah, sudah ada sekitar 15 sejau ini, dan lainnya tinggal kita lakukan peresmian," ucapnya.
Baca Juga : Langgar Lalu Lintas, Polrestabes Makassar Sita Puluhan Motor
Selain usaha pencucian motor, Ngajib akan menambah satu unit lagi usaha, dengan jenis yang berbeda.
Rencananya, kata dia, ingin menyandingkan tempat pencucian motor, sekaligus ada bengkelnya.
Dengan begitu, kata dia, maka akan lebih banyak lagi mantan-mantan pelaku kriminal, ataupun anak-anak remaja di Makassar, yang tidak jelas apa yang dilakukan, bisa bekerja.
Baca Juga : Polrestabes Makassar Bekuk Pimpinan Geng Motor Pelaku Penyerangan Brutal Dua Remaja
"Semakin banyak mereka yang bekerja, maka kami yakin angka kriminalitas di kota makassar ini dapat kita tekan," tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Mamajang Kompol Sulkarnain menyebut, kehadiran Pajama Barakka telah mengubah cara pandang para remaja maupun pemuda untuk tidak lagi melakukan kegiatan yang tidak jelas.
"Kata mereka, lebih baik kerja dan menghasilkan uang," ungkap Sulkarnain.
Terlebih, Pajama Barakka juga banyak mendapatkan dukungan dari para tokoh masyarakat serta stakeholder lainnya.
Dirinya meyakini program yang dicanangkan Kapolrestabes Makassar akan memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan kota.
"Poin pentingnya adalah, bagaimana adek-adek ku menjadi satu kesatuan, dapat memberi kontribusi membangun kota," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News