PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - PT Bank Negeri Indonesia (BNI) Wilayah Makassar, Muhammad Arafat menyampaikan perkembangan UMKM komoditas laut di Kabupaten Maros.
Melalui program "Klasterisasi UMKM", komoditas perikanan, udang dan rumput laut dapat menyebar luas bahkan telah di ekspor ke berbagai daerah.
" Pengembangan komoditas ini sebagai upaya untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di kabupaten Maros," ucapnya melalui siaran tertulis pada Rabu (3/8).
Baca Juga : HUT Dekranas 2026 Sukses Digelar di Makassar, Mendagri Apresiasi Dukungan Wali Kota Munafri
Selanjutnya, Arafat menyampaikan, hingga saat ini realisasi program klasterisasi UMKM provinsi Sulawesi Selatan yang telah dibentuk sebanyak 282 kluster.
"Jumlah kluster tersebut dapat mengumpulkan number of account (Noa) sebanyak 4.957 nasabah dan total plafond sebesar Rp206,8 miliar," bebernya.
Khusus di Kabupaten Maros katanya, pengembangan UMKM telah membetuk 10 kluster dengan jumlah Noa sebanyak 207 nasabah dan total plafond sebesar Rp13,8 miliar.
Baca Juga : Bukti Khidmat ke Masyarakat, IKA Smansa Makassar Gelar Sunatan Massal Besok
"Kalau kluster binaan PT BNI di Desa Minasa Upa, Kec. Bontoa, Kab. Maros telah terbentuk 1 kluster yaitu UMKM sektor perikanan komoditas ikan, udang dan rumput laut yang terdiri dari 51 anggota UMKM dengan total plafond penyaluran kredit sebesar Rp7,6 miliar," jelasnya.
Melihat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang dimaksimalkan oleh BNI, Darwisman selaku Kepala OJK Regional KR6 Sulampua mendukung percepatan ekonomi melalui klasterisasi UMKM.
"Kami mendukung percepatan akses keuangan kepada masyarakat. Program kluster UMKM sektor perikanan yang bersinergi akan memberikan dampak positif terhadap inflasi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Maros," terangnya.
Baca Juga : Respons Kebutuhan Air Bersih Asrama, PLT Dirut PDAM Makassar Gelar Audiensi dengan Danyonkav-10
Besarnya potensi perikanan di kabupaten Maros kata dia, dapat lebih di dorong lagi oleh seluruh Industri Jasa Keuangan sehingga pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
"Ini dapat dimanfaatkan oleh perbankan sebagai outlet dalam memberikan fasilitas akses keuangan kepada masyarakat," tutupnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
