0%
Kamis, 04 Agustus 2022 07:34

Kisruh Smart Toilet di Makassar, Ekspektasi: Toilet Bandara, Realita: Toilet Umum

Penulis : Gita Oktaviola - Reza Rivaldi
Editor : Rasdiyanah
Penampakan plafon smart toilet di SMP 3 Makassar. Foto: portalmedia/Gita
Penampakan plafon smart toilet di SMP 3 Makassar. Foto: portalmedia/Gita

Kisruh penampakan smart toilet di sekolah-sekolah Kota Makassar menjadi booming. Ekspektasi awal, pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar (2018), menyebut penampakan smart toilet akan seperti toilet bandara yang bersih dan selalu kering. Namun dari realita, penampakan toilet yang menelan anggaran Rp 19 miliar ini lebih seperti toilet umum.

Kejari Makassar Turunkan Tim Penyidik Intel

"Bidang Intel Kejari Makassar sudah mulai bergerak dan kami tengah mengumpulkan keterangan dan datanya," kata Kasi Intel Kejari Makassar, Andi Alamsyah kepada Portalmedia, Rabu (27/7/2022) lalu. 

Terkait hal ini, Alamsyah juga belum mau mengekspose siapa-siapa saja yang dimintai keterangan dalam perkara dugaan korupsi tersebut. "Makanya kami belum bisa ekspose siapa-siapa yang akan kami panggil karena masih tahap penyelidikan intel," ungkapnya.

Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen

 

Disdik Makassar Hargai Proses Hukum

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim menegaskan bahwa tak ada kerugian negara dalam program smart toilet. 

"2018 program ini telah diaudit BPK yang hasilnya ditemukan adalah denda bukan kerugian. Dan kewajiban-kewajiban denda semuanya sudah dikembalikan," kata Muhyiddin saat dihubungi Portalmedia, Kamis (14/7/2022) lalu.

Baca Juga : Penuhi Panggilan Kejaksaan Terkait Dugaan Penyimpangan Dana Cadangan PDAM Makassar, Danny: Saya Taat dan Patuh Hukum

Meski demikian, kata dia, pihaknya menghargai proses langkah hukum yang sedang berjalan saat ini. "Kalaupun ada kerugian, nanti kita lihat apa kerugiannya seperti yang diungkapkan Kejari. Kami ikuti proses hukum yang berjalan," lanjut Muhyiddin.

 

Wali Kota Sebut Penyidikan Smart Toilet karena Politik

Diketahui proyek smart toilet ini adalah ide kreatif dari Wali Kota Makassar Danny Pomanto yang terbagi atas 16 paket, dengan total anggaran mencapai Rp19 miliar. Smart toilet ini dalam perencanaan berukuran 2 x 4 meter belum masuk atap. Jika dengan atap, berukuran 3,5 x 5,5 meter. 

Baca Juga : Dugaan Korupsi Pengadaan Smart Toilet di Sangkarrang Segera Disidang

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengaku heran lantaran dikaitkan dengan kasus smart toilet. 

"Kan smart toilet selesai sejak 2018, kenapa diselidiki setelah rusak sekarang, kenapa tidak diselidiki pada saat sudah selesai," ujar Danny menaggapi, belum lama ini.

Terkait kasus tersebut, Danny memandang ada hubungan dengan politik jika dirinya ikut dikaitkan. "Kelihatannya karena 2024 sudah dekat," katanya.

Baca Juga : Jelang Purnatugas, Danny Pomanto Ditemani Istri Pamit ke Ketua DPRD Makassar

Dia menambahkan, smart toilet juga bukan program prioritas. Olehnya, program itu tidak masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah atau RPJMD Pemerintah. Selain itu, anggaran toilet ratusan juta tiap unit itu menggunakan dana insentif daerah atau DID.

Informasi yang diterima, proyek ini dikerjakan oleh CV Mulia Jaya Persada. Dibangun di beberapa sekolah sejak tahun 2018 lalu. Program dihadirkan untuk mengedukasi siswa soal kebersihan dan pola hidup sehat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer