0%
Jumat, 01 Desember 2023 09:23

Ganjar-Mahfud dan AMIN Dinilai Berebut Tempat Memainkan Narasi Oposisi

Editor : Azis Kuba
Ganjar-Mahfud dan AMIN Dinilai Berebut Tempat Memainkan Narasi Oposisi
ist

Cukup sulit bagi Ganjar-Mahfud mengklaim keberlanjutan pemerintahan Jokowi karena sudah diklaim oleh paslon Prabowo-Gibran.

PORTALMEDIA.ID — Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menilai pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md mulai memainkan narasi oposisi untuk mendapatkan perhatian publik. Namun dinilai sebagai kebingunan TPN capres-cawapres nomor urut 3 ini.

Arifki mengatakan apakah mereka memainkan narasi kampanye mendukung keberlanjutan program Jokowi atau membentuk poros oposisi baru, selain narasi perubahan Anies-Cak Imin. 

“Saat ini terjadi kebingungan dari paslon Ganjar-Mahfud dalam memainkan narasi politik. Mendukung keberlanjutan yang telah dibangun oleh Jokowi atau menjadi oposisi baru dengan kritis terhadap pemerintahan,” tulis Arifki melalui siaran pers diterima, Kamis (30/11/2023) dilansir Liputan6. 

Baca Juga : Tantang MK, Mahfud: Mau Apa Tidak Menjaga Demokrasi dan Konstitusi

Arifki mencatat, kebingungan TPN disebabkan partai pengusung paslon Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin (AMIN) masih berada di pemerintahan Jokowi. Karenanya, narasi politik masih berada di tataran lisan, dan bukan tindakan. 

“Jika memainkan narasi oposisi, tentu publik menilai Ganjar-Mahfud ikut-ikutan Anies,” ujar Arifki. 

Arifki menyarankan, sebaiknya Ganjar-Mahfud perlu membangun strategi baru untuk bisa diterima oleh masyarakat. Sebab, cukup sulit bagi Ganjar-Mahfud mengklaim keberlanjutan pemerintahan Jokowi karena sudah diklaim oleh paslon Prabowo-Gibran. 

Baca Juga : Mahfud MD Sebut Gugatan Kecurangan Pilpres ke MK Bukan Soal Menang Kalah

“Kebingungan dengan “positioning” yang bakal dimainkan oleh Ganjar-Mahfud. Maka terkadang narasinya pada satu sisi keberlanjutan dan pada sisi lain menawar perubahan,” beber dia. 

“Bahkan, ada yang menilai Ganjar-Mahfud lebih oposisi dibandingkan paslon Anies-Imin,” heran Arifki. 

Arifki meyakini, sulitnya TPN untuk kritis terhadap pemerintah dikarenakan calon wakil presidennya yaitu Mahfud masih menjadi Menkopolhukam dan menteri-menteri strategis masih dipegang oleh PDIP

Baca Juga : Pengeluaran Dana Kampanye Ganjar-Mahfud Tertinggi, Tembus Rp506 Miliar

“Sehingga narasi oposisi yang dimainkan oleh TPN Ganjar-Mahfud bakal dipertanyakan oleh publik,” kata Arifki memungkasi.   

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar