0%
Minggu, 17 Maret 2024 21:31

Gegara Tak Izin Pergi Kerja, Suami di Jember Tega Sekap Istri di Kandang Sapi

Editor : Redaksi
Gegara Tak Izin Pergi Kerja, Suami di Jember Tega Sekap Istri di Kandang Sapi
ist

Heri tega menganiaya dan menyekap istrinya lantaran tak izin atau pamit untuk pergi bekerja.

PORTALMEDIA.ID - Seorang istri berinisial SP (48) di Jember, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan dan penyekapan.

Korban yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Glundengan, Wuluhan dipukuli hingga disekap di kandang sapi oleh Hermawan atau akrab disapa To Heri (51) yang tak lain suami korban.

Heri tega menganiaya dan menyekap istrinya lantaran tak izin atau pamit untuk pergi bekerja.

Baca Juga : DP3A Makassar Edukasi Puluhan Shelter Warga Bahas Penguatan Terhadap Korban KDRT

"Korban disekap di dalam kandang sapi dekat rumahnya. Diduga karena suaminya marah. Karena korban ini pergi kerja ke luar Pulau Jawa, ke Medan. Tapi korban ini tidak izin atau tidak pamit dengan suaminya," ujar Kapolsek Wuluhan AKP Solekhan Arief, dikutip CNN, Senin (18/3/24).

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu, kata Arief, dipicu kepergian korban ke Medan pada 23 Desember 2023. Saat itu korban pergi untuk bekerja. Namun tanpa seizin suaminya.

"Berangkat sekitar 23 Desember 2023. Kemudian pulang Senin (4/3) kemarin. Jadi sekitar dua bulanan kerja di luar Pulau Jawa itu. Korban, menurut pengakuannya, bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sana," terangnya.

Baca Juga : Bocah SD di Makassar Tewas Diduga Dianiaya Teman Sekolah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Malam hari sepulang dari Medan, lanjut Arief, korban dengan suaminya terlibat cekcok. Bahkan korban mengalami penganiayaan.

"Dipukul batang kayu dan tangan kosong oleh pelaku. Sehingga hampir di sekujur tubuhnya mengalami luka lebam. Terutama di bagian kepala dan badannya," kata mantan KBO Satreskrim Polres Jember ini.

Tidak selesai sampai di situ, lanjut Arief, pada Kamis (7/3) petang, korban dikurung di dalam kandang sapi kosong. Tangannya diikat menggunakan tali dan dirantai di tiang dalam kandang.

Baca Juga : KDRT Masih Dominasi Kasus Kekerasan Seksual di 2024

"Tujuannya diikat itu, agar korban tidak kabur. Tapi beruntung sekitar pukul 9 malam korban dapat kabur dari dalam kandang. Kemudian melarikan diri ke sebuah gudang," kata Arief.

Korban kemudian ditolong oleh warga yang sempat mendengar teriakan minta tolong. Dengan diantar perangkat desa setempat, korban lalu diantar ke Polsek Wuluhan.

"Warga mendengar suara perempuan minta tolong dari arah gudang di wilayah setempat. Saat didatangi, didapati ada perempuan yang ternyata korban KDRT itu," tandasnya.

Baca Juga : Armor Toreador Akui Lakukan KDRT ke Istrinya Selebgram Intan Nabila

Terkait kasus ini, kata Arief, Polsek Wuluhan berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Jember. Juga DP3AKB untuk menindaklanjuti trauma psikis yang dialami oleh korban.

"Bahkan korban sendiri juga masih menjalani perawatan di Puskesmas Wuluhan saat ini. Karena juga mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku," ujarnya.

"Untuk pelaku sudah kami amankan langsung tadi (kemarin) malam oleh Unit Satreskrim Polsek Wuluhan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik di Polsek Wuluhan," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar