0%
Sabtu, 20 Agustus 2022 20:33

Kronologi Maba Unhas Dikeluarkan dari Forum karena Mengaku Non Biner, WD III: Dia Sudah Minta Maaf

Penulis : Reza Rivaldi
Editor : Rasdiyanah
Potongan video Maba Unhas yang ditanyai tentang jenis kelaminnya yang berujung diusir. Foto: ist
Potongan video Maba Unhas yang ditanyai tentang jenis kelaminnya yang berujung diusir. Foto: ist

Viral sebuah video yang menunjukkan seorang mahasiswa baru (maba) Unhas bernama Nabhil, dikeluarkan dari forum karena tidak bisa menentukan jenis kelaminnya alias Non Biner.

Hasrul kemudian kembali bertanya soal gender Nabil apakah laki-laki atau perempuan. “Kau mau sekali jadi perempuan atau laki-laki?,” tegas Hasrul.

Namun maba tersebut langsung menjawab dengan singkat. “Tidak keduanya, di tengah-tengah. Makanya gender netral pak,” balas Nabil menjawab pertanyaan Hasrul.

Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan

Lalu Hasrul kembali menimpali jawaban Nabil bahwa tak ada gender netral. "Tidak ada netral. Kau ji netral sendiri itu,” ucap Hasrul.

Tak berhenti sampai disitu, Nabil kemudian kembali memberikan pembelaan atas dirinya yang sudah mulai merasa terpojokkan. Nabil menilai status gendernya merupakan hasil identifikasi dirinya sendiri.

“Karena saya mengidentifikasi diri saya seperti itu pak,” sebut Nabil.

Baca Juga : Alumni Lintas Generasi Soroti Krisis Kepemimpinan dan Pudarnya Ruh Akademik di Unhas

Mendapat jawaban itu, WD III pun langsung meminta panitia untuk mengeluarkan maba tersebut dari forum.

“Halo-halo, halo, panitia ambil ini. Bawa kesana. Ambil tas mu. Kita nda terima laki-laki atau perempuan disini (Fakultas Hukum Unhas). Salah satunya ji diterima,” sebutnya.

Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unhas, Hasrul saat dikonfirmasi  mengatakan kejadian itu terjadi beberapa hari yang lalu.

Baca Juga : Unhas Berhentikan Bahlil sebagai Anggota Majelis Wali Amanat

Awalnya Nabil disebut berjalan sambil memakai kipas angin kecil hingga menarik perhatian.

"Dia pake kipas angin jalan kaki terus dilarang. Terus di tanya laki-laki atau perempuan, terus dia bilang netral, bukan laki-laki bukan perempuan," ujar Hasrul.

Menurut Hasrul dalam hukum gender harus jelas mana laki-laki dan mana perempuan. "Kalau hukum kan harus real, dia laki-laki atau perempuan karena hukum memang begitu," sebutnya.

Baca Juga : Guru Besar UNM Ramaikan Bursa Calon Rektor UNHAS

Setelah mendapat teguran, Nabil disebut sempat dibawa ke salah satu ruangan dosen di Unhas dan di tempat itu Nabil mengakui siap menjadi laki-laki.

Namun di malam hari setelah ditegur Nabil disebut membuat status di media sosial (medsos). Status-status Nabil dinilai Hasrul memojokkan.

"Terus kita amankan, kita amankan ke ruangan dosen. Dia terima ji saya siap pak jadi laki-laki. Diterima mi dan pulang. Eh malamnya dia langsung membullly lewat sosmed (WhatsApp)," ucap Hasrul.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Jamu Rombongan Perdoski Unhas

Kejadian ini disebut telah selesai, Nabil telah datang meminta maaf atas kejadian yang viral ini. Permohonan maaf Nabil disampaikan karena dianggap telah merusak nama baik kampus dan dosen.

"Tadi pagi dia datang minta maaf, dia merasa sudah merusak nama baik Unhas nama baik dosen, dia minta maaf tadi pagi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer