PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Ketua Umum Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) versi Surta Wijaya mengusulkan agar para kepala desa di-diklat di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas).
Hal ini Surta katakan dalam pidato sambutannya pada acara pelantikan pengurus Apdesi Sulsel Sri Rahayu Usmi di Baruga Pattingaloang, Senin (22/8/2022).
"Yang harus di-lemhanas-kan, saya bilang bukan bupati Gubernur, atau abdi negara, yang harus di-lemhanas-kan saya bilang kepala desa se-Indonesia, terutama yang dipinggir-pinggiran itu perbatasan negara, karena menjaga NKRI 24 jam beliau disana, dia bela negaranya, akan muncul karakternya membela negara," tegasnya.
Baca Juga : Menghadapi Ramadan, Gubernur Sulsel Keluarkan Imbauan
Ia mengaku udah meminta persetujuan kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkoma) Luhut Binsar Pandjaitan agar mengkomunikasikan dengan Gubernur Lemhanas.
"Setuju beliau (Luhut) langsung telfon gubernur Lemhannas, Tolong kepala desa itu di-lemhanaskan," lanjutnya.
"Saya minta tolong lagi ke pak gubernur (Sulsel), 40 sampai 50 kepala desa di Sulawesi Selatan di-lemhanaskan, paling enggak pengurus Apdesi provinsi di-lemhanaskan," jelasnya.
Baca Juga : Rute Mudik Gratis Nataru, Gubernur Sulsel Siapkan 7 Armada Bus Bagi 250 Penumpang
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan akan membuat pelatihan lokal yang dibuat oleh provinsi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).
"Itu nanti dibuat Lemhanas lokal ya, istrilahnya provinsi yang buat bisa dari PMD, itu bisa diusulkan nanti untuk pelatihan bagi mereka termasuk di dalamnya untuk peningkatan kapasitas," ungkapnya ketika ditemui Portal Media selepas acara Pelantikan Pengurus Apdesi Sulsel di Baruga Pattingaloang.
Sebenarnya, kata Sudirman kegiatan pelatihan semacam ini sudah dijalankan hanya tinggal branding sendiri dan mungkin dibuatkan sertifikasi khusus.
Baca Juga : Gubernur Sulsel Paparkan Arah Pembangunan Mamminasata di ASCC 2025 Jepang
"Ini sudah jalan cuman tinggal penamaannya aja yang seharusnya dibuat branding sendiri kemudian mungkin disertifikasi khusus," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News