PORTALMEDIA.ID - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui Israel 'babak belur' usai Iran menghujani ratusan rudal ke negara itu pada pekan lalu.
Pengakuan Netanyahu muncul saat dia menggelar konferensi pers dan disiarkan di akun resmi kanal YouTube PM Israel, Sabtu (5/10/2024).
"Iran sudah dua kali meluncurkan ratusan rudal ke wilayah kami dan ke kota-kota kami, dalam salah satu serangan rudal balistik terbesar dalam sejarah," kata Netanyahu.
Baca Juga : Menlu Iran Ucapkan Idulfitri untuk Indonesia, Terima Kasih ke RI
Pada 1 Oktober malam waktu setempat, Iran meluncurkan 200 rudal balistik dan hipersonik ke wilayah Israel.
Angkatan Bersenjata Iran mengklaim 90 persen rudal mereka mengenai target Israel termasuk pangkalan udara dan sistem pertahanan Iron Dome.
"Tak ada negara di dunia yang akan menerima serangan seperti itu terhadap kota-kota dan warganya, bahkan negara Israel pun tidak," ujar Netanyahu.
Baca Juga : Iran Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Rusia dan Tiongkok, Isu Nuklir Jadi Fokus Utama
Israel, lanjut dia, punya kewajiban dan hak untuk membela diri dan menanggapi serangan Iran.
"Dan kami akan melakukannya," ucap Netanyahu.
Usai meluncurkan ratusan rudal Iran mewanti-wanti Israel agar tak membalas serangan. Jika mereka abai, Teheran akan melakukan serangan yang lebih mematikan dan menghancurkan.
Baca Juga : Adu Kekuatan Iran vs Israel Memanas, Teheran Siap Perang 10 Tahun
Namun dalam pernyataan resmi Netanyahu tak lama setelah serangan Iran, dia menegaskan Israel akan membalas dengan segala opsi yang mereka punya.
Israel disebut-sebut akan mengincar fasilitas nuklir, kilang minyak atau, infrastruktur militer.
Jika saling serang itu terus berlanjut, sejumlah pakar khawatir perang akan pecah di Timur Tengah dan agresi pasukan Zionis di Jalur Gaza jadi terpinggirkan atau bahkan tak terselesaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News