PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Aksi peringatan Hari Papua Merdeka yang digelar Mahasiswa asal Papua di asrama mereka di Jalan Lanto Dg Pasewang, Makassar, Senin (2/12) terpaksa berakhir dengan kericuhan.
Massa aksi yang melempar batu mengakibatkan dua anggota kepolisian, yaitu Sabhara Bripda Dimas Widodo, dan Komandan Batalyon A Brimob Polda Sulsel Kompol Mursalim mengalami luka.
Selain itu, aksi tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada kendaraan dan sebuah mini market di sekitar lokasi.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar Komisaris Besar Mokhamad Ngajib menjelaskan bahwa melihat kericuhan yang terjadi, pihak kepolisian mengambil tindakan tegas untuk membubarkan aksi tersebut.
"Alhamdulillah tidak begitu lama, kita bisa mengamankan situasi dan saat ini sudah aman, sudah damai," ungkap Ngajib.
Ia pun mengakui, jika beberapa massa aksi awalnya diamankan saat kericuhan, namun mereka semua sudah dibebaskan.
Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
Meskipun situasi sudah kondusif, Ngajib menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap berjaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan kembali.
"Kita tetap akan menjaga di sini sampai selesai, sambil kita secara persuasif negosiasi dengan mereka supaya tidak ada aksi lagi," tambah Ngajib.
Sebelumnya, Ngajib membeberkan para mahasiswa asal Papua itu, sudah menyampaikan rencana aksi perayaan 1 Desember atau hari Papua Merdeka. Namun aksi berjalan tidak sesuai dengan pemberitahuan yang dilaporkan, karena berlangsung ricuh.
Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu
"Setelah mereka melakukan aksi sesuai dengan apa yang mereka mohonkan, sebenarnya kita sudah negosiasi untuk baik, untuk damai. Tapi tadi ternyata mereka melakukan aksi narkis," jelas Ngajib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News