PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan A P Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rabu (19/2/2025).
Ratusan mahasiswa di Kota Daeng itu melakukan demo bertajuk 'Indonesia Gelap' lantaran munculnya kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran.
Efisiensi anggaran terkhusus di bidang pendidikan dan kesehatan dinilai mahasiswa tidak mementingkan kepentingan rakyat Indonesia.
Baca Juga : Desy Ratnasari Minta Peluang Setara bagi Prajurit Perempuan di Satuan Penerbangan
Berdasarkan pantauan sekitar pukul 15:17 Wita, para mahasiswa telah memblokade satu jalur jalanan yang membuat kepadatan kendaraan.
Mereka juga membawa berbagai spanduk yang bertuliskan protes terkait kebijakan pemerintah saat ini. Mereka juga membakar sejumlah ban bekas di tengah jalan.
Ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Fikran Prawira mengatakan bahwa mahasiswa melakukan unjuk rasa dengan membawa dua tuntutan.
Baca Juga : Polri Perluas Direktorat PPA-PPO untuk Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
"Kami hari ini membawa dua tuntutan yakni pertama mencabut Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2025, kedua evaluasi terkait program makan bergizi gratis (MBG)," kata Fikran.
Fikran menyebut terkait efisiensi anggaran khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan sangat tidak pro terhadap rakyat.
"Ini tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat, apalagi ada efisiensi anggaran di bidang pendidikan. Di Indonesia program pendidikan masih sangat kurang, " ungkap dia.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, DPR Minta KUHP dan KUHAP Baru Lebih Dikenalkan ke Publik
Fikran bilang, masyarakat dinilai tidak butuh dengan program makan gratis yang kini digadang-gadang oleh pemerintah.
"Kita tidak butuh makan gratis, masyarakat kita hanya butuh pendidikan gratis. Hari ini rezim yang hadir sangat melukai hati rakyat dengan berbagai kebijakannya. Kebijakan ini regulasinya sangat tidak jelas," ucap Fikran.
Hingga saat ini, mahasiswa masih melakukan unjuk rasa di depan kampus mereka.
Baca Juga : Sempat Kabur ke Semak-semak, Pelaku Perampokan Akhirnya Ditangkap Polisi
Sekedar diketahui, Presiden Prabowo Subianto menargetkan efisiensi anggaran hingga 44 miliar dollar AS atau setara Rp 750 triliun pada tahun pertama kepemimpinannya untuk membiayai Makan Bergizi Gratis dan "menyuntik" BPI Danantara.
Dalam kebijakan itu, pemerintah diharapkan agar kebijakan efisiensi memberi dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Rencana efisiensi anggaran itu diumumkan Prabowo saat berpidato di acara HUT Ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025). Dalam materi paparannya, ia menyebut bahwa efisiensi anggaran akan dilakukan dalam tiga putaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News