PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Pietra Machreza Paloh resmi diangkat sebagai Komisaris Independen Bank Tabungan Negara (BTN). Pietra diketahui merupakan keponakan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.
Pengangkatan politikus Nasdem itu diputuskan melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Maret 2025. Selain Pietra, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, juga diangkat menjadi komisaris.
Menanggapi hal tersebut, Surya Paloh menegaskan bahwa pengangkatan Pietra bukan karena usulan Nasdem.
Baca Juga : RMS Hengkang ke PSI, Syaharuddin Alrif Ketua NasDem Sulsel
"Enggak dicalonkan oleh Nasdem. Kabinet saja kami enggak calonkan, apalagi itu. Tapi, ya enggak mungkin semuanya kita bilang jangan, jangan, jangan semua, itu apalagi," ucap Surya Paloh di kantor DPW Partai Nasdem Bali, Kamis (3/5/2025).
Surya Paloh kembali menegaskan, penunjukan Pietra sebagai Komisaris Independen BTN bukan atas usulan atau permintaan Partai Nasdem. "Enggak ada (pengusulan Pietra). Coba cek mana," tandasnya.
Meski begitu, Surya menghargai keputusan RUPST BTN yang mengangkat Pietra menjadi salah satu komisarisnya. Dia juga menjelaskan bahwa partainya tidak akan bergabung dengan Kabinet Merah Putih di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Meskipun nantinya mendapat tawaran untuk mengisi kabinet, Nasdem akan kukuh menolak.
Baca Juga : Surya Paloh Nilai Peningkatan Kursi NasDem Bukti Kekuatan Gerakan Perubahan
“Institusi partai politik bernama Nasdem ini belum pantas berada di dalam kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Kami pernah ditawarkan untuk itu. Namun, kami bisa menjadi teman, partner. Kami berada dalam barisan pemerintahan tanpa menjadi anggota kabinet,” tegasnya.
Politikus kelahiran Aceh tersebut menegaskan bahwa hal tersebut merupakan konsekuensi politik yang harus ditanggung Partai Nasdem, sekaligus penerapan budaya tahu malu.
Pada Pilpres 2024 yang lalu, menurut Surya, Nasdem tidak berjasa sedikit pun untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran. Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa Nasdem bukanlah partai oposisi.
Baca Juga : Hut ke-14 NasDem, Syaharuddin Alrif Target Pertahankan Kemenangan di Sulsel
“Enggak [oposisi]. Kami sebagai partai politik yang mendukung pemerintah. Tapi, sikap, pikiran kami sebaiknya memberikan kontribusi, pencerahan, yang mampu kami perankan dalam keterbatasan kami. Bagaimana kami menjalankan demokrasi kalau kami tidak memberikan nilai, values, penghargaan sebagai suatu negara demokrasi, tapi malah ikut dalam pikiran hanya menuntut, meminta, tapi tidak memberi?” jelas Surya.
Selain itu, langkah tersebut diambil oleh Nasdem karena tidak ingin terseret stigma masyarakat yang cenderung memandang partai politik sebagai institusi negatif. Surya memandang bahwa masyarakat saat ini menganggap semua partai politik sedang mabuk kekuasaan.
“Di sini, momentum kami mengatakan bahwa kecuali Partai Nasdem. Barangkali [persepsi kepada Partai Nasdem] tergantung penilaian Anda. Tapi, persepsi publik itu tidak bagus dalam institusi partai politik,” tutupnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News