0%
Sabtu, 05 April 2025 08:31

China Balas Trump, Naikkan Tarif 34 Persen Barang dari AS

Editor : Agung
China membalas tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump untuk barang-barang impor dari Amerika Serikat sebesar 34%. (Foto: Brendan Smialowski / AFP)
China membalas tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump untuk barang-barang impor dari Amerika Serikat sebesar 34%. (Foto: Brendan Smialowski / AFP)

Tarif tambahan 34% oleh China akan dikenakan pada semua produk yang berasal dari Amerika Serikat

PORTALEMDIA.ID, MAKASSAR -- China membalas kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan menetapkan tarif 34% untuk semua produk yang diimpor dari AS.

Tarif impor baru itu berlaku mulai 10 April 2025. Kabar penetapan tarif itu diumumkan Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara China pada Jumat (4/4/2025).

Tarif itu ditetapkan sebagai balasan kebijakan Trump menerapkan tarif timbal-balik 34 persen untuk barang impor dari China, di luar tarif impor global 10% yang diberlakukan AS ke semua negara.

Baca Juga : Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump

Diberitakan CGTN, tarif tambahan 34% oleh China itu akan dikenakan pada semua produk yang berasal dari Amerika Serikat. Namun, belum ada informasi lebih lanjut terkait detail penetapan tarif balasan tersebut.

China menjadi salah satu negara yang terkena tarif timbal-balik atau resiprokal terbesar di antara negara lainnya. Trump menetapkan tarif 34 persen kepada China, lebih besar dibanding Uni Eropa, Jepang, hingga India.

Tarif baru AS untuk semua impor berlaku mulai 5 April. Trump juga menyebut tarif 25 persen dikenakan pada semua mobil asing yang diimpor ke AS per Kamis (3/4/2025) dini hari.

Baca Juga : Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro

Tak hanya itu, Presiden AS itu menyatakan keadaan darurat ekonomi nasional, dan kebijakan tarif ini juga diharapkan menghasilkan tambahan pajak tahunan hingga ratusan milliar dollar.

Ia telah berjanji bahwa penduduk Amerika Serikat akan mendapatkan pekerjaan dari kenaikan pajak tersebut.

Namun, kebijakannya berisiko menyebabkan perlambatan ekonomi mendadak karena konsumen dan bisnis dapat menghadapi kenaikan harga yang tajam untuk mobil, pakaian, dan barang-barang lainnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer