0%
Senin, 21 April 2025 14:20

China Ancam Balas Negara yang Dukung Kenaikan Tarif Impor AS

Editor : Alif
China Ancam Balas Negara yang Dukung Kenaikan Tarif Impor AS
ist

Beijing menegaskan tidak akan tinggal diam apabila ada negara yang mengorbankan kepentingan China demi kesepakatan dengan Amerika Serikat.

PORTALMEDIA.ID – Pemerintah China melayangkan kecaman keras terhadap negara-negara yang dinilai ikut bernegosiasi dan mendukung kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kenaikan tarif impor. Beijing memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan mendapat respons balasan yang setimpal.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Perdagangan China, Jumat (20/4/2025), Beijing menegaskan tidak akan tinggal diam apabila ada negara yang mengorbankan kepentingan China demi kesepakatan dengan Amerika Serikat.

“China dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan China,” ujar juru bicara Kementerian Perdagangan seperti dikutip dari AFP. “Jika hal ini terjadi, China tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah balasan.”

Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Peringatan ini muncul setelah AS di bawah pemerintahan Trump kembali menaikkan tarif impor, di mana hampir seluruh negara dikenai tarif dasar sebesar 10 persen. Namun, tarif terhadap China mencapai angka ekstrem-dengan tarif dasar hingga 145 persen dan tarif timbal balik (reciprocal) mencapai 245 persen.

Menanggapi kebijakan tersebut, China tak tinggal diam. Beijing telah menaikkan tarif terhadap sejumlah barang impor dari AS hingga 125 persen sebagai bentuk pembalasan.

Lebih lanjut, China mengingatkan negara-negara lain agar tidak mengambil sikap lunak dalam menghadapi tekanan ekonomi dari Washington.

Baca Juga : Beijing-Tokyo Memanas, 500 Ribu Tiket Penerbangan China ke Jepang Dibatalkan!

“Pelunakan tidak akan mendatangkan perdamaian, dan kompromi semacam itu tidaklah terhormat,” tegas Kementerian Perdagangan China.

“Mendahulukan kepentingan pribadi yang bersifat sementara dan mengorbankan pihak lain sama saja dengan mencari kulit harimau.”

Ketegangan dagang antara kedua raksasa ekonomi ini terus meningkat, dengan China menyatakan bahwa perang tarif tidak hanya merugikan pihak yang diserang, tetapi juga negara-negara yang memilih bersikap lunak atau oportunis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer