PORTALMEDIA.ID - Mantan Direktur FBI, James Comey, tengah menjadi sorotan publik setelah unggahan media sosialnya menuai dugaan serius terkait ancaman terhadap mantan Presiden AS, Donald Trump.
Unggahan yang menampilkan formasi kerang dengan angka kontroversial “86 47” memicu spekulasi luas dan mendorong investigasi dari otoritas keamanan nasional.
Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, menyatakan bahwa Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) bersama Secret Service telah membuka penyelidikan atas insiden ini.
Baca Juga : Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro
“DHS dan Secret Service tengah menyelidiki ancaman ini dan akan merespons dengan tindakan yang tepat,” tulis Noem melalui akun X resminya, Kamis (15/5/2025).
Unggahan Comey di Instagram menampilkan susunan kerang dalam pola membentuk angka “86 47”, yang kemudian diinterpretasikan secara luas sebagai pesan terselubung.
Dalam budaya populer Amerika, istilah “86” sering diasosiasikan dengan tindakan untuk "menyingkirkan" atau bahkan "menghabisi" seseorang, sementara angka “47” dipandang sebagai referensi kepada Donald Trump, yang diperkirakan akan menjadi presiden ke-47 jika kembali menjabat.
Baca Juga : China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional
Meski unggahan itu telah dihapus, citranya terlanjur viral di berbagai platform media sosial, menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi tentang maksud sebenarnya.
Comey membantah tudingan tersebut dalam pernyataan tertulis yang dipublikasikan di Instagram. Ia menyebut bahwa unggahan itu hanyalah kebetulan belaka tanpa maksud tersembunyi.
“Saya hanya membagikan gambar kerang yang saya lihat saat berjalan di pantai. Saya tidak menyadari ada interpretasi angka yang bernuansa kekerasan,” tulis Comey. “Saya menentang kekerasan dalam bentuk apa pun dan memutuskan untuk menghapus unggahan itu.”
Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami
Menanggapi isu yang berkembang, juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi, menegaskan bahwa pihaknya menganggap serius segala bentuk retorika yang menyangkut keselamatan pejabat publik.
“Kami menyadari unggahan tersebut dan sedang mengevaluasinya secara menyeluruh. Meski tidak bisa mengomentari aspek intelijen secara terbuka, kami menanggapi hal ini dengan keseriusan penuh,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Direktur FBI saat ini, Kash Patel, juga mengonfirmasi bahwa FBI bekerja sama dengan Secret Service dalam penyelidikan ini dan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Baca Juga : Donald Trump Pastikan Kebijakan AS Menentang Aneksasi Wilayah Tepi Barat
Comey sendiri merupakan sosok kontroversial dalam politik Amerika. Ia dipecat dari jabatannya sebagai Direktur FBI oleh Trump pada Mei 2017, saat tengah memimpin penyelidikan atas dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dan pemerintah Rusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News