0%
Selasa, 17 Juni 2025 16:58

PDIP Siap Tulis Sejarah Versinya Sendiri, Sindir Penulisan Ulang Era Prabowo oleh Fadli Zon

Editor : Alif
PDIP Siap Tulis Sejarah Versinya Sendiri, Sindir Penulisan Ulang Era Prabowo oleh Fadli Zon
ist

Politikus senior PDIP itu menilai subjektivitas dalam melihat sejarah adalah hal yang wajar—bahkan nyaris tak terhindarkan, apalagi dalam kultur masyarakat Timur yang lebih kental dengan rasa dan loyalitas emosional.

PORTALMEDIA.ID - Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto menyatakan PDI Perjuangan siap menuliskan ulang sejarah versi mereka sendiri, menyusul proyek penulisan sejarah yang digarap pemerintah di bawah komando Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Pernyataan ini dilontarkan pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu saat menanggapi langkah Fadli yang ingin memberi nuansa positif dalam narasi sejarah Indonesia. Ia menegaskan, penulisan sejarah—siapa pun pelakunya—tidak akan bisa lepas dari subjektivitas. Dan karena itu, perdebatan pasti muncul.

"Soal penulisan sejarah, ini pasti subjektivitas ikut campur. Siapa pun yang menulis, pasti akan ada kontra. Maka, sikap PDIP juga akan menulis ulang sejarah versi kami," ujar Pacul, Selasa(17/6/2025).

Baca Juga : Pemerintah Siapkan 27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi

Meski mengaku tidak mempermasalahkan pendekatan Fadli Zon dalam proyek sejarah ini, Pacul menegaskan bahwa kebenaran tetap akan diuji oleh fakta.

"Subjektivitas Pak Fadli yang mengambil pendekatan berbeda, ya silakan. Tapi nanti akan ditabrakkan dengan ayat fakta," katanya.

Politikus senior PDIP itu menilai subjektivitas dalam melihat sejarah adalah hal yang wajar—bahkan nyaris tak terhindarkan, apalagi dalam kultur masyarakat Timur yang lebih kental dengan rasa dan loyalitas emosional.

Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru

"Anggaplah Bung Karno ada kekeliruan, saya pasti enggak mau, karena saya pecintanya Bung Karno. Kamu mau enggak pacarmu yang kamu cintai dikritik? Enggak mau, kan?" sindir Pacul.

Dalam pernyataannya, Pacul juga menyisipkan kritik terhadap pihak-pihak yang merasa paling benar dalam menafsirkan sejarah. Ia mengingatkan, sejarah tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi narasi, apalagi jika dilandasi pretensi politik.

"Jangan sok benar sendiri. Di dunia Timur, rasa itu penting. Bukan cuma dagingnya dinda, tapi juga bumbunya," ujar Pacul, menutup pernyataannya dengan analogi khas dirinya.

Baca Juga : Prabowo Terbang ke London untuk Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia–Inggris

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggagas penulisan ulang sejarah Indonesia dengan pendekatan narasi yang lebih "positif", dengan tujuan menghindari konflik memori kolektif dan mendorong persatuan bangsa. Namun langkah ini menuai sorotan, terutama setelah Fadli membuat pernyataan kontroversial terkait tragedi pemerkosaan massal 1998 yang menyulut kecaman luas.

Dengan sikap PDIP yang kini menyatakan akan menulis versi sejarah mereka sendiri, dinamika politik dan narasi masa lalu tampaknya akan kembali menjadi medan tarik-ulur antarpihak, seiring bergulirnya pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar