PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR -- Peneliti kebijakan senior di Dewan Eropa untuk hubungan luar negeri Ellie Geranmayeh mewanti-wanti President Donald Trump jika Amerika Serikat ikut campur dalam perang Israel melawan Iran.
Geranmayeh mengatakan Trump menghadapi keputusan penting mengambil jalur diplomatik atau perang.
"Para pemimpin selalu punya pilihan di saat-saat seperti ini. Dia pernah mundur dari ambang perang dengan Iran, dan dia punya kemampuan melakukan lagi," ungkap dia.
Baca Juga : Amerika Serikat Resmi Serang Iran, Bombardir Tiga Situs Nuklir
Lebih lanjut, Geranmayeh mengatakan jika Trump memutuskan untuk menyerang fasilitas nuklir maka Iran akan melihat tindakan tersebut sebagai deklarasi perang.
"Begitu kotak Pandora ini dibuka, kita tidak akan tahu arahnya. Konflik itu kemungkinan besar akan menghabiskan sisa masa jabatan Presiden Trump," imbuh dia.
Pakar itu menegaskan Iran, jika terkait Israel dan Amerika Serikat, tak akan menyerah.
Baca Juga : 87 Mahasiswa Indonesia Terancam Dideportasi Akibat Kebijakan Trump, Pemerintah Bergerak
Trump disebut memerintahkan Kementerian Pertahanan mengirim tiga jenis jet tempur canggih untuk membantu Israel melawan Iran. Jet-jet tempur yang dikerahkan antara lain F-16, F-22 Raptor dan jet tempur siluman generasi kelima.
AS juga sebelumnya mengerahkan sekitar 30 pesawat pengisian ulang bahan bakar minyak (BBM) untuk membantu jet-jet tempur Israel dalam membombardir Iran.
Pada Selasa, Trump juga mewanti-wanti AS akan menyerang Iran habis-habisan jika Iran menyerang dengan bentuk apapun terhadap Angkatan Bersenjata Negeri Paman Sam. Dia meminta Teheran menyerah.
Baca Juga : Dua Staf Kedubes Israel Tewas Ditembak di Dekat Museum Yahudi Washington DC
Namun, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tak takut ancaman Trump.
"Beri tahu Amerika bangsa Iran bukanlah bangsa yang akan menyerah, dan intervensi militer apa pun dari pihak mereka niscaya akan mengakibatkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki," kata Khamenei saat pidato pada Rabu (18/6/2025).(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News