0%
Minggu, 13 Juli 2025 17:23

Anies Kritik Presiden Tak Hadir di PBB: Indonesia Seperti Warga RT yang Tak Pernah Rapat

Editor : Alif
Anies Kritik Presiden Tak Hadir di PBB: Indonesia Seperti Warga RT yang Tak Pernah Rapat
ist

Anies menekankan pentingnya keterlibatan langsung pemimpin negara dalam forum global sebagai bentuk diplomasi aktif.

PORTALMEDIA.ID - Capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, melontarkan kritik tajam terhadap kurangnya kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam forum-forum internasional bergengsi, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurutnya, absennya kepala negara di pertemuan global selama beberapa tahun terakhir membuat Indonesia kehilangan panggung diplomasi yang strategis.

"Sudah bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri yang hadir," tegas Anies dalam pidatonya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Gerakan Rakyat di Jakarta Pusat, Minggu (13/7/2025).

Baca Juga : Prabowo Gandeng Kampus Inggris, Indonesia Akan Bangun 10 Universitas Baru

Tanpa menyebut nama presiden secara langsung, Anies menyiratkan bahwa ketidakhadiran itu mencerminkan sikap pasif yang merugikan posisi Indonesia di mata dunia. Ia menganalogikan situasi tersebut dengan seseorang yang memiliki rumah besar di lingkungan RT, namun tidak pernah terlibat dalam rapat warga.

"Kita ini seperti warga kampung yang punya rumah nomor empat terbesar, tapi enggak pernah ikut rapat RT. Iurannya tetap bayar, tapi suara dan pengaruhnya tak ada," sindirnya.

Anies menekankan pentingnya keterlibatan langsung pemimpin negara dalam forum global sebagai bentuk diplomasi aktif. Baginya, kehadiran presiden bukan hanya simbolik, tetapi bagian dari strategi memperkuat peran Indonesia dalam konstelasi geopolitik dunia.

Baca Juga : Berubah Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan

Lebih jauh, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyoroti pentingnya peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara, terutama di tengah ketegangan di wilayah Asia-Pasifik.

"Di sebelah timur ada Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan—semuanya penuh ketegangan. Sementara ASEAN adalah wilayah yang teduh. Tugas Indonesia adalah menjaga keteduhan ini agar kawasan kita menjadi kekuatan masa depan di Asia," ujarnya.

Pernyataan Anies ini menjadi bagian dari dorongannya terhadap diplomasi yang lebih aktif dan terlibat langsung, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik dan upaya membangun citra Indonesia sebagai negara besar yang berperan sentral dalam perdamaian kawasan dan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar