0%
karangan bunga makassar
Rabu, 14 September 2022 07:50

Heboh Batalyon 120 Makassar: Disanjung Petinggi, Dikeluhkan Masyarakat Sekitar

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
ekspose pemusnahan ribuan barang bukti berbagai senjata tajam hasil sitaan di Mapolrestabes Makassar, pada Selasa (13/9/2022). Foto: portalmedia/reza
ekspose pemusnahan ribuan barang bukti berbagai senjata tajam hasil sitaan di Mapolrestabes Makassar, pada Selasa (13/9/2022). Foto: portalmedia/reza

3 hari belakangan, Makassar dihebohkan dengan pemberitaan penggerebekan markas Batalyon 120 oleh kepolisian. Pasca penggerebekan ini, ramai-ramai petinggi di Kota Makassar memberikan sanjungan pada organisasi kepemudaan ini, namun bak bumi dan langit, warga sekitar markas justru mengeluhkan kehadirannya.

dewanpers

PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Selama 3 hari belakangan ini, Makassar dihebohkan dengan berita penggerebekan organisasi pemuda yang dikenal dengan nama Batalyon 120. Selain karena organisasi pemuda ini merupakan bentukan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, hal lain yang membuat heboh adalah pada saat penggerebekan ada ratusan senjata tajam yang ditemukan petugas.

Di antaranya, 164 anak panah busur, 4 buah parang, 1 senjata rakitan jenis paporo, 3 buah ketapel panah busur, dan 38 botol bekas minuman keras.

iklan pdam

Selain itu polisi juga mengamankan sedikitnya 48 orang oknum anggota Batalyon 120 di lokasi tersebut. Dari puluhan orang yang diamankan rata-rata masih berstatus pelajar.

Baca Juga : Yayasan Binaan Ketua DPRD Makassar Kembali Gelar Jalan Sehat, Hadiahnya Menggiurkan

Polisi melakukan penggeledahan di sekretariat Batalyon 120 yang terletak di Jalan Korban 40.000 Jiwa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (11/9/2022) dini hari lalu. 

Diketahui Batalyon 120 Makassar merupakan organisasi pemuda bentukan Danny Pomato yang merekrut para pemuda atau anak lorong berusia 15 hingga 35 tahun yang merupakan mantan preman atau dikenal sebagai pembuat onar dan pasukan perang di daerahnya. Diresmikan pada 20 Januari 2022 lalu.

Ramai Petinggi Berikan Sanjungan

Selang 2 hari setelah penggerebakan, yaitu Selasa (13/9/2022), kepolisian menggelar ekspose pemusnahan ribuan barang bukti berbagai senjata tajam hasil sitaan di Mapolrestabes Makassar, pada Selasa (13/9/2022) siang.

Dalam ekspose tersebut selain Kapolrestabes, sejumlah petinggi di Kota Makassar ikut berbicara kepada awak media terkait keberadaan Batalyon 120, seperti Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Ketua DPRD Makassar Rudiyanto Lallo, dan Pihak Kejari.

Baca Juga : Membaca Interaksi Instagram Figur yang Digadang-gadang Maju Pilgub Sulsel 2024

Dalam kesempatan tersebut tutur dimunculkan dan diberi waktu untuk berbicara guna memberikan klarifikasi, yaitu Mantan Kanit Reskrim Polsek Tallo Iptu Faizal yang dicopot dari jabatannya usai memimpin penggerebekan tersebut. 

Kapolrestabes:

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto mengatakan, Batalyon 120 mengumpulkan para mantan preman untuk kegiatan yang baik.

Baca Juga : Ini 53 Nama Pejabat Baru Pemkot Makassar yang Dilantik Danny

"Jadi klo ada yang mengatakan untuk kegiatan yang tidak benar, itu sudah dijelaskan, bahwa itu tidak benar, semata- mata kita hanya melakukan metode ini supaya keamanan dan ketertiban di Kota Makassar selalu kondusif," ujar Budi. 

Ia menegaskan bahwa di TKP pada saat penggerebekan, justru tidak ada ditemukan peristiwa pidana. "Karena barang-barang yang (senjata) tajam itu adalah barang serahan yang nantinya kita akan lakukan pemusnahan. Ini sudah 6 kali total jumlah 940," tegas Budi. 

Ia menjelaskan, di Makassar, anak-anak yang berpotensi melakukan kriminal khususnya menggunakan alat-alat busur ada 7.000 itu dari data Polrestabes Makassar. 

Baca Juga : Wali Kota Danny Ajak Masyarakat Dukung Program Subsidi Tepat BBM

"Sekarang yang baru terekrut sama Batalyon baru 1.000 sekian, artinya, masih ada sekitar 6.000 yang berkeliaran, inilah tugas kita menyadarkan mereka agar mau bergabung dengan kita, bergabung dengan Batalyon 120," katanya. 

"Ini tugas tidak ringan, tapi saya tetap optimis selama saya di sini saya siap jaga Kota Makassar," sambung Budi. 

Adapun terkait pencopotan jabatan Iptu Faizal, itu untuk meningkatkan kinerja Polri dalam melayani masyarakat dalam penegakan hukum, agar ebih maksimal.

Baca Juga : Ketua DPRD Makassar Sebut Keterlibatan Generasi Muda Penentu Kualitas Politik di Pemilu

"Jadi tidak benar faizal itu teraniaya, yang seharusnya itu yang bersangkutan berani menyampaikan kepada tim patroli Polda, tapi justru tidak ada koordinasi dengan kita, dan melakukan patroli di wilayah kita," katanya. 

"Harusnya (faizal) berani menyampaikan ini tidak ada peristiwa pidana tetapi kenapa seperti ini, tapi pak faizal tidak menyampaikan sehingga berita ini blunder," ujar Budi menyayangkan. 

 "Saya kan pimpinan Polres, jadi besok-besok kalau mau saya angkat jadi Kapolsek boleh-boleh aja. Karena saya anggap saya nilai tidak cakap yah saya ganti pengganti yang lebih cakap, jadi tidak perlu itu ada savefaizal, itu kan urusan saya" sambung Kapolrestabes. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 0811892345. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer