Komandan Batalyon 120: Sesungguhnya Informasi Harus Balance
Komandan Batalyon 120 Makassar, Izhal menyebutkan, jika Batalyon 120 memang benar dan tidak bisa dimungkiri ada beberapa gangguan yang dibuat ke warga sekitar.
"Kita ribut-ribut memang terkonfirmasi ke kami, karena kan memang ada ratusan anak-anak yang kita bina, ini semua memang yang membuat masyarakat resah tapi menurut saya sesungguhnya informasi ini harus balance," ujar Izhal.
Baca Juga : Rudianto Lallo Dukung Pengembalian Dana Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat
"Harapan saya sebenarnya semua masyarakat sekitar situ juga diminta keterangannya. Tapi mayoritas sebenarnya lebih senang dengan kehadirannya kami," sambungnya.
Ia mengklaim, warga senang sebab pada saat peresmiannya itu ada banyak kepala dinas, camat, Kapolrestabes yang hadir, dan menurut warga sekitar belum ada yang pernah kegiatan besar seperti itu di daerahtersebut
"Kedua teman-teman sering begadang sampai pagi hari itu berdampak positif bagi beberapa warga karena sekitaran situ banyak ruko, banyak usaha di sana khususnya depan Batalyon itu ada usaha rental mobil, dulunya mereka sangat khawatir dengan keamanan, apa lagi mobilnya dulu sering dikasi lecet-lecet sama orang-orang tidak bertanggung jawab. Jadinya selama Batalyon ada di sana tidak pernah lagi ada kejadian-kejadian negatif seperti itu," ujar Izhal.
Baca Juga : Komisi III Soroti Peran BNN dan Polda Metro Jaya Perkuat Pemberantasan Narkoba
Ia juga menyebutkan, dalam hal ini ada juga beberapa anak-anak yang tidak mempunyai tempat tinggal, jadinya difasilitasi tinggal disekret Batalyon 120.
"Kami juga sudah komunikasi RT RW di sana semua positif kehadiran Batalyon 12), kemudian juga ada yang tidak senang ada, namun itu menjadi evaluasi nya kami, karena kami tidak mau buat resah warga, kita membuat aturan di atas jam 10 sudah tidak melakukan aktivitas pembinaan lagi. Soalnya sekretariat juga cuma satu," kata Izhal.
Soal Tindakan Barbar: Kami Sadari itu
Baca Juga : DPR RI Pastikan UU Pers Sejalan dengan Konstitusi dan Prinsip Demokrasi
Izhal menyebutkan, tindakan barbar oleh anggota Batalyon 120 memang ada, sebab ada beberapa anak geng motor itu datang ke markas, dan dari suara knalpot saja sudah keras.
"Kami sadari itu, kita masih kekurangan, tapi membuat anak-anak berubah seperti itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, kita harus mendalami dulu. Ada langkah bertahap dulu," ujar Izhal.
Ia juga menyebutkan, sadar betul akan adanya kendala, sebab tidak ada yang bantu, apalagi ruko merupakan tempat yang sempit. "Jika ada tempat yang jauh lebih luas kenapa tidak, kita pasti menghindar agar tidak terkontaminasi langsung dengan masyarakat, karena potensinya memang ada masyarakat terganggu," sambungnya.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen
"Kalau penyakit kan itu tidak langsung sembuh, butuh proses dan kesabaran," ujarnya lagi.
Sekilas Tentang Batalyon 120
Organisasi Batalyon 120 pertama kali diinisiasi oleh Kapolrestabes Kota Makassar Kombes Pol Budi Haryanto bersama dengan sejumlah pemuda lorong. Saat ini memiliki anggota sekitar 1000 hingga 1100 orang.
Organisasi dengan logo singa bersayap burung garuda dan berikat kepala passapu khas Makassar memiliki tagline diantaranya "Jaga Makassar Ta" yang berarti "jaga Kota Makassar kita" sebagai tujuan dan cita-cita organisasi dengan menjaga keamanan Kota Makassar yang dikenal dengan banyaknya perang antar pemuda lorong.
Baca Juga : Rudianto Lallo Dorong Penguatan Peran Advokat Dalam Revisi KUHAP
Selain itu tagline "Masih Mau Ko" yang berarti "kalian masih mau" memiliki makna penyesalan diantara para anggota yang sebelumnya saling melakukan perang namun justru dipertemukan dalam organisasi dan merangkul satu sama lain.
Diketahui organisasi tersebut memiliki dewan pembina diantaranya Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budi Haryanto dan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad.
Sekretariat Batalyon 120 bentukan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto digerebek aparat dari Dit Samapta Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejumlah senjata tajam hingga botol bekas minuman keras (Miras) diamankan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News