0%
Rabu, 14 September 2022 07:50

Heboh Batalyon 120 Makassar: Disanjung Petinggi, Dikeluhkan Masyarakat Sekitar

Penulis : Tim Portalmedia
Editor : Rasdiyanah
ekspose pemusnahan ribuan barang bukti berbagai senjata tajam hasil sitaan di Mapolrestabes Makassar, pada Selasa (13/9/2022). Foto: portalmedia/reza
ekspose pemusnahan ribuan barang bukti berbagai senjata tajam hasil sitaan di Mapolrestabes Makassar, pada Selasa (13/9/2022). Foto: portalmedia/reza

3 hari belakangan, Makassar dihebohkan dengan pemberitaan penggerebekan markas Batalyon 120 oleh kepolisian. Pasca penggerebekan ini, ramai-ramai petinggi di Kota Makassar memberikan sanjungan pada organisasi kepemudaan ini, namun bak bumi dan langit, warga sekitar markas justru mengeluhkan kehadirannya.

Wali Kota Makassar:

Danny Pomanto, sapaan akrab wali kota, menjelaskan dibentuknya Batalypon 120, jelas tidak memiliki anggaran, dan tidak ada dalam APBD sekalipun. 

"Jadi kami bersatu padu dengan Kapolrestabes mencari CSR, mencarikan program yang bisa menghendel mereka," katanya. 

Baca Juga : Rudianto Lallo Dukung Pengembalian Dana Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat

"Lantas kenapa ada botol minuman keras kosong? Itulah kreatifnya teman-teman, itu tanda mereka sudah berhasil untuk berusaha mandiri," ujar Danny menjelaskan soal keberadaan botol bekas minuman keras yang jadi barang sitaan pada saat penggerebekan berlangsung. 

Pada kesempatan tersebut, Ia juga meminta masyarakat untuk mersakan perbedaan selama Batalyon 120 hadir, yaitu geng motor hampir tidak ada. "Coba kita lihat video-video hari ini banyak kirimkan saya. Mereka mendukung Batalyon 120, bahwa sejak ada batalyon 120 mereka aman," klaim Danny. 

"Sudah ada 20 video ke saya. Itu tandanya Batalyon 120 pembinaan dengan koordinasi dengan Polres dan pemerintah kota itu bermanfaat bagi masyarakat dengan merasakan keamanannya," sambung Danny membanggakan organisasi bentukannya tersebut. 

Baca Juga : Komisi III Soroti Peran BNN dan Polda Metro Jaya Perkuat Pemberantasan Narkoba

Ia juga menyebutkan, bahkan dari berbagai daerah pun menyatakan mau masuk, padahal Batalyon 120 ini di Makassar. "Tapi ada beberapa daerah, jangan saya sebut daerahnya semua, menyatakan mau membentuk serupa Batalyon 120, rupayanya teman-teman itu tidak diberi ruang, hal ini setelah dia lihat Batalyon 120 menjadi ruang positif," sanjung Danny. 

Kajari Makassar: 

Dari sisi penegakan hukum, di tahun 2021, Kajari Andi Sundari menyebutkan, dalam hal perkara tawuran, geng motor, sudah sangat banyak yang pihaknya terima di kejaksaan.

Baca Juga : DPR RI Pastikan UU Pers Sejalan dengan Konstitusi dan Prinsip Demokrasi

"Tapi karena efek adanya Batalyon 120 ini seperti yang disampaikan tadi 6 bulan terakhir sangat menurun, ada pun yang diterima karena swiping dilakukan teman-teman polres, karena tidak ada lagi tawuran," katanya. 

Dalam penanganan perkara terhadap senjata tajam, lanjut Kajari, juga sangat menurun. "Sehingga kita harus mensupport, ini untuk kemaslahatan masyarakat Makassar sehingga kita bisa hidup tenang bersama, karena kalau ada yang tawuran di mana-mana kita susah," sanjung Andi Sundari. 

Ia menyebutkan, restorative justice itu ada di semua tingkat penanganan perkara mulai dari Polres, Kejaksaan sampai Pengadilan.

Baca Juga : Kolaborasi Internasional Warnai F8, Danny Ingin Jadikan Festival Arena Permanen

"Apa yang mau dicapai? Salah satunya adalah terlalu banyaknya over kapasitas di Rutan dan Lapas. Banyaknya laporan yang seharusnya tidak perlu ditindak lanjuti, tapi kalau tidak ditindak lanjuti diprotes Kapolres," tambahnya. 

Ketua DPRD Makassar:

Adapun Rudiyanto Lallo yang juga ahdir dalam expose, mengatakan keberadaan Batalyon 120 yang Ia rasakan adalah luar biasa. "Apalagi pak Kapolres kita konsen menjaga ketertiban Makassar, dan memang tantangan di Makassar perang kelompok dan geng motor," kata Rudi, sapaan akrab Ketua DPRD. 

Baca Juga : Rudianto Lallo Dorong Penguatan Peran Advokat Dalam Revisi KUHAP

Ia merincikan, jika dilihat dalam rentan waktu 3 hingga 6 bulan terakhir, maka angka perang kelompok dan kejahatan geng motor turun sekali.

"Kita justru mengapresiasi karena kapolres konsennya menjaga ketertiban kota, kalau ada penilaian subjektif di luar sana, karena memang belum tau," katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer