PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Sejak awal keputusan pemerintah menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022), aksi demonstrasi sebagai bentuk protes mahasiswa akan kebijakan ini terus berlanjut. Bahkan setelah rehat selama beberapa hari, mahasiswa kembali turun ke jalan pada Kamis (15/9/2022) kemarin.
Hal ini seolah melanjutkan jalan panjang protes mahasiswa akan keputusan kenaikan BBM, meskipun dari sekian banyaknya bentuk protes mulai dari aksi damai, bakar ban, kemacetan panjang, suara serak yang hampir habis karena meneriakkan tuntutan, berpanas-panas, kehujananan, hingga saling lempar dengan warga dan polisi, segala bentuk aksi ini bahkan belum membuahkan hasil. Pemerintah hampir-hampir tak tergubris sama sekali, justru yang kena imbas malah rakyat.
Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi Anas Anwar Makkatutu. Ia mengatakan gerakan mahasiswa untuk menurunkan harga BBM justru memberikan dampak ekonomi bagi penguna jalan.
Baca Juga : Stok BBM SPBU Swasta Mulai Langka, Operasional Shell di Bekasi Lumpuh Total
Apalagi kata Anwar jika dilakukan blokade jalan di beberapa titik aksi di Makassar. Itu sama saja membuat masyarakat kecil terdampak ekonominya karena tak bisa bekerja.
"Itu kalau sampai mahasiswa blok jalan itukan berarti tidak terjadi pergerakan ekonomi. Justru merugikan masyarakat terlepas dari demonya yah," ujar Anwar sapaan akrabnya, kepada portalmedia.
Anwar menuturkan, jika melihat dari kejadian sebelumnya, aksi demo di Makassar pasti selalu mengganggu kendaraan umum. Padahal mereka membawa nama masyarakat.
" Pengguna jalan itu akan terganggu kalau demo seperti itu, memblokade jalan. Kendaraan umum terganggu, pendapatannya berkurang dan barang -barang juga distribusinya terganggu," ujarnya.
Untuk itu, lanjut Anwar, apapun alasannya silahkan demo selagi tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga. Sebab, jika aktivitas ekonomi terganggu, terlalu banyak orang yang akan menderita.
"Walaupun sebenarnya di sisi lain masyarakat berterima kasih telah dibantu meyuarakan aspirasinya. Tapi kalau meyuarakan kemudian menyengsarakan masyarakat kan susah juga. Misalnya kemarin ada yang sampai orang sakit tidak bisa ditolong, orang yang pergi bekerja harus telat, orang yang mengantar barang terganggu dan akhirnya kost pada saat itu juga terganggu, jadi ini berdampak panjang justru ke rakyat," jelasnya.
Tidak akan Merubah Apa pun
Anwar menyebutkan, aksi demo yang dilakukan mahasiswa tidak akan merubah apa pun karena gerakannya tidak massif.
"Aksi ini juga tidak akan mengubah kebijakan pemerintah karena kan kita sebenarnya sudah diwakili oleh anggota DPR. Tanpa perlu didesak oleh mahasiswa apalagi kalau kebijakannya dipusat baru demonya di Makassar. Tidak akan sampai," bebernya.
"Kecuali jika gerakan memang massif. Penilaian terhadap kebijakan pemerintah itu bisa saja ada hasilnya kalau yang begini. Itulah maksud saya hal-hal yang begini yang belum pasti berhasil tapi malah mengganggu aktivitas masyarakat," tutup Anwar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News