0%
Minggu, 30 November 2025 13:03

Bencana Banjir Sumut: 176 Orang Tewas dan 160 Hilang

Editor : Agung
Warga berjalan melintasi sungai menggunakan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Sabtu (29/11/2025). Tampak di sekeliling mereka kayu-kayu gelondongan pascabanjir bandang. (ANTARA FOTO)
Warga berjalan melintasi sungai menggunakan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Sabtu (29/11/2025). Tampak di sekeliling mereka kayu-kayu gelondongan pascabanjir bandang. (ANTARA FOTO)

Saat ini petugas masih berupaya mengirim bantuan logistik, komunikasi dan medis tepat waktu di titik-titik terdampak.

PORTALMEDIA.ID, SUMUT -- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) merilis data terbaru korban bencana banjir dan longsor di Sumut. Hingga Minggu (30/11/2025), tercatat menjadi 176 orang meninggal dan 160 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Untuk jumlah korban totalnya mencapai 1.090 orang dengan rincian meninggal dunia 176 orang, luka berat sebanyak 32 orang, luka ringan sebanyak 722 orang, dalam pencarian 160 orang. Untuk jumlah pengungsi 30.445 orang," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ferry menyebutkan bencana banjir dan longsor terjadi pada 24-28 November 2025 dengan 503 kejadian terdiri dari 166 kejadian tanah longsor, 315 kejadian banjir, 20 pohon tumbang dan 2 angin puting beliung.

"Wilayah terdampak bencana yakni Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Nias, Padangsidimpuan, Langkat, Nias Selatan, Serdangbedagai, Medan, Deliserdang, Tanah Karo, Tebingtinggi, Batubara, Binjai, dan Asahan," jelasnya.

Dia menambahkan sejumlah daerah mencatat korban cukup besar, misal Tapanuli Tengah tercatat 47 korban meninggal dunia, 51 orang masih hilang dan 664 warga mengungsi. Kemudian Kota Sibolga tercatat 33 meninggal dunia dan 56 masih hilang.

"Selanjutnya Tapanuli Selatan sebanyak 47 meninggal dunia, belum ditemukan 28 orang dan 5.482 warga mengungsi. Lalu Tapanuli Utara meninggal dunia 26 orang, dan belum ditemukan 23 orang," sebutnya.

Dia mengatakan saat ini petugas masih berupaya mengirim bantuan logistik, komunikasi dan medis tepat waktu di titik-titik terdampak. Total 3.843 personel gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait telah dikerahkan.

"Oleh karena itu Tim gabungan Polda Sumut telah mengoperasikan jalur darat, udara, dan laut untuk mempercepat penyaluran bantuan," urai Ferry.

Saat ini Polda Sumut tengah merencanakan langkah-langkah percepatan penanganan seperti pendataan kebutuhan logistik tambahan dan peralatan SAR, Pendistribusian bantuan dari pesawat CN-295 Mabes Polri maupun bantuan dari Polda Sumut dan Polres jajaran

"Kemudian percepatan pencarian korban yang masih hilang, hingga melakukan koordinasi dengan Pemda untuk menambah tempat pengungsian yang lebih layak," tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar