0%
Sabtu, 24 September 2022 12:34

Perjuangan Mariama Melawan Tergerusnya Siri' na Pacce: Mencari Sisa Keadilan dari Perselingkuhan yang Dibenarkan

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Ilustrasi. Foto: istock
Ilustrasi. Foto: istock

Mariama (40) seorang ibu rumah tangga di Jeneponto, berjuang melawan tergerusnya budaya siri' na pacce yang hampir hilang di daerahnya, Desa Balumbungan, Bontoramba, Jeneponto. Siri' na pacce yang hilang dirasakannya ketika perselingkuhan suaminya justru dibenarkan oleh masyarakat desa.

"Itu bisa kita liat dari kumpulan nilai-nilai yang dianggap luhur. Apalagi dalam kehidupan kita. Siri' na pacce selalu jadi sumber menata perilaku sehari-hari," ujarnya kepada portalmedia.id, saat berbincang panjang soal Kasus Mariama, Kamis (22/9/2022) kemarin. 

Selanjutnya, ia menuturkan jika dalam rumah tangga, persoalan siri' na pacce disebut sebagai siri assikalabineang. Ini mesti jadi penopang utama dalam tatanan keluarga supaya menjadi dasar benteng rumah tangga.

"Nah, dalam kaitan siri' dengan kehidupan keluarga sejauh yang saya tahu, siri itu erat sekali hubungannya dengan itu memang. Kenapa? karena salah satu aspek yang termasuk siri' itu kan berkaitan dengan kehidupan keluarga," jelasnya.

Baca Juga : Mahasiswa Unhas Gagas "Megapolis Water Sensitive" untuk Atasi Krisis Air dan Banjir Perkotaan

Jadi, adanya siri' dalam keluarga, kata dia bisa mendorong orang untuk menjaga nilai-nilai dan harkat keluarga di mata publik. 

"Semestinya orang yg punya siri' itu dalam kaitan dengan kehidupan keluarga akan sangat menjaga harkat dan martabat keluarganya. Terutama dalam kasus yang dihadapi Mariama," terangnya.

Supaya apa kata Ramli? agar mereka melakukan itu tidak bertentangan dengan nilai yang disepakati dalam kehidupan sosial. 

Baca Juga : DP3A Makassar Edukasi Puluhan Shelter Warga Bahas Penguatan Terhadap Korban KDRT

"Makanya mereka yang menjaga dirinya itu dalam kehidupan keluarga tentu akan berperilaku yg seperti itu, dan tidak saling menyakiti satu sama lain," bebernya.

Budayawan: Siri' na Pacce Butuh Lembaga Kontrol

Budayawan Makassar, Abdi Mahesa menyebutkan, kasus yang terjadi pada Mariama tidak lepas dari akselerasi budaya masyarakat yang kian hari kian menipis atau terkikis, terbukti dengan pembiaran yang dilakukan oleh masyarakat, padahal hal tersebut dalam konteks yang memalukan, 

"Utamanya dalam menerapkan budaya siri' na pacce dalam tatanan masyarakat Bugis-Makassar," ujarnya kepada portalmedia, belum lama ini. 

Baca Juga : Alumni Lintas Generasi Soroti Krisis Kepemimpinan dan Pudarnya Ruh Akademik di Unhas

"Hal ini, karena tidak adanya lagi lembaga atau suatu institusi sosial yang mengawasi dan memberikan kontrol dalam penerapan siri'. Ini perlu dibangun kembali untuk mempertahankan budaya itu," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar