0%
Minggu, 04 Januari 2026 17:00

China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional

Editor : Alif
China Nilai Serangan AS ke Venezuela Langgar Hukum Internasional
ist

China menilai langkah tersebut tidak hanya melanggar kedaulatan Venezuela, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia.

PORTALMEDIA.ID - Pemerintah China mengecam keras serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela yang disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Beijing menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara lain.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan pihaknya terkejut atas langkah Amerika Serikat yang secara terbuka menggunakan kekuatan militer terhadap negara berdaulat.

“China sangat terkejut dan dengan tegas mengutuk tindakan Amerika Serikat yang secara terang-terangan menggunakan kekuatan militer terhadap suatu negara berdaulat dan bahkan menangkap kepala negara tersebut,” ujar juru bicara tersebut dalam pernyataan resmi yang dimuat di laman Kementerian Luar Negeri China, dikutip Minggu (4/1/2026).

Baca Juga : Runtuhkan Tradisi 165 Tahun, Uang Dolar AS Bakal Dibubuhi Tanda Tangan Donald Trump

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan operasi militer ke Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari. Dalam operasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dilaporkan ditangkap dan diterbangkan keluar dari wilayah Venezuela.

China menilai langkah tersebut tidak hanya melanggar kedaulatan Venezuela, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas kawasan Amerika Latin dan Karibia.

“Tindakan semacam ini secara serius melanggar hukum internasional, melanggar kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan kawasan Amerika Latin dan Karibia,” lanjut pernyataan itu.

Baca Juga : Purbaya Soroti Lemahnya Hukum Internasional dalam Kasus Penangkapan Maduro

China menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi militer dan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan tindakannya.

“Kami mendesak Amerika Serikat agar mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam PBB, serta segera menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara lain,” tegas Kementerian Luar Negeri China.

Sejumlah laporan menyebutkan sedikitnya tujuh ledakan terdengar di ibu kota Venezuela, Caracas, saat serangan berlangsung.

Baca Juga : Demokrat AS Beber Penangkapan Maduro: Alasan Minyak, Bukan Narkoba

Jet-jet tempur juga dilaporkan terbang rendah di atas kota, sementara pemadaman listrik terjadi di beberapa wilayah, termasuk kawasan selatan Caracas yang berada dekat pangkalan militer utama.

Sementara itu, Jaksa Agung Amerika Serikat Pam Bondi melalui unggahan di platform media sosial X menyatakan bahwa Nicolas Maduro dan Cilia Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas berbagai tuduhan pidana.

“Keduanya didakwa atas sejumlah kejahatan serius, termasuk narco-terorism, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan perangkat penghancur, serta konspirasi untuk menggunakan senjata tersebut terhadap Amerika Serikat,” tulis Bondi.

Baca Juga : Trump Putuskan Afrika Selatan Tak Masuk Daftar Undangan G20 di Miami

Atas dakwaan tersebut, Maduro dan Flores dilaporkan akan segera menjalani proses persidangan di Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar