PORTAL MEDIA, ID. GOWA- Massa kelompok Orang Tidak Dikenal (OTK) melakukan aksi penyerangan dengan senjata tajam di kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang terletak di Jalan HM Yasin Limpo, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Senin (26/9/2022).
Akibatnya tiga mahasiswa dikabarkan menjadi korban terkena sabetan senjata tajam. Video yang memperlihatkan aksi penyerangan itu pun beredar hingga viral di Media Sosial (Medsos).
Diketahui, para OTK itu melakukan aksi penyerangan ke sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar. OTK itu menyerang mahasiswa menggunakan berbagai senjata tajam dan busur panah.
Dalam video yang dilihat, sejumlah petugas keamanan kampus berusaha melerai para mahasiswa yang ingin melakukan aksi serangan balasan. Mengantisipasi bentrokan, pihak kampus lansung melakukan tindakan dengan mengunci pagar keluar masuk kampus untuk mencari para pelaku.
Wakil Dekan III FKIK, Prof Muhtar Lutfi membenarkan perihal insiden itu. Kata dia, saat itu dirinya sedang berada dalam ruangannya, tak selang lama terjadilah kericuhan. "Saya tidak tahu apakah baku tikam atau tidak, tapi saya lihat itu ada darah di lantai," ujarnya.
Kata Lutfi, menurut informasi aksi penyerangan itu dilakukan OTK yang berasal dari luar kampus UIN Alauddin Makassar. Informasi dari pihak kepolisian kata dia, ada sekira pukuhan orang yang diduga melakukan penyerangan.
Baca Juga : Empat Pemuda Dibekuk Polisi Usai Serang Santri di Maros, Diduga Dipicu Aksi Balas Dendam
Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui adanya yang membawa senjata tajam. Sementara dari informasi diperoleh, ada beberapa korban mengalami luka pada bagian tangan, kepala dan kaki, akibat sabetan senjata tajam.
Sementara Para korban langsung dibawa ke puskesmas dan poli klinik untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Burhan juga membenarkan adanya kericuhan di kampus II UINAM."Benar ada penyerangan di salah satu kampus dan kita tindak lanjuti secepatnya," ujarnya
Baca Juga : Aksi Penyerangan Kelompok Pemuda Menggunakan Busur Kembali Marak
Meski demikian, Burhan belum bisa berspekulasi banyak tentang kejadian tersebut. Katanya, pihaknya hingga kini masih menyelidiki para terduga pelaku dan motifnya. "Masih dalam penyelidikan, semoga ada titik terang" ujarnya.
Tidak hanya itu, sejumlah sarung senjata tajam jenis badik diduga milik pelaku ditemukan petugas di dalam sebuah tas yang ditinggalkan pelaku. Tas itu kemudian diamankan sebagai barang bukti di Mapolres Gowa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News