MAKASSAR, portalmedia.id — Langkah taktis menuju modernisasi sektor pendidikan terus dimatangkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Kali ini, otoritas setempat membuka ruang kemitraan strategis dengan operator seluler PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) guna mengakselerasi sistem digitalisasi pada manajemen sekolah.
Penjajakan kerja sama ini mencuat saat jajaran manajemen Telkomsel melakukan pertemuan audiensi langsung dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di ruang kerja Balai Kota Makassar, Kamis (2/4/2025).
Dalam dialog tersebut, Manager Mobile Consumer GTM and Channel Partnership Telkomsel Region Sulawesi, Magdalena Irawati Ovi, menegaskan komitmen kuat korporasi dalam menyokong kemajuan dunia pendidikan melalui penyediaan ekosistem digital yang merata. Telkomsel membidik misi besar untuk menghapus kesenjangan teknologi antar-lembaga pendidikan.
Baca Juga : Gathering Pegawai HUT ke-102 PDAM Makassar, Munafri Tekankan Profesionalitas dan Dorong Gaji ke-13
“Kami ingin memberikan gambaran bahwa Telkomsel juga fokus pada dunia pendidikan, selaras dengan upaya Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong digitalisasi sekolah. Tujuannya adalah agar semua sekolah memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan digital,” urai Magdalena.
Sebagai langkah konkret, perusahaan pelat merah ini menyodorkan platform inovatif bernama School ID. Aplikasi mutakhir ini sengaja dihadirkan tanpa biaya alias gratis untuk mempermudah integrasi sistem informasi antara siswa, manajemen sekolah, sekaligus orang tua murid.
“School ID ini bisa digunakan secara gratis oleh sekolah dan diharapkan dapat membantu pengelolaan pendidikan yang lebih terintegrasi,” tambahnya.
Baca Juga : Rayakan Hari Jadi ke-102 secara Sederhana, PDAM Makassar Fokus Perkuat Integritas dan Pengabdian
Wali Kota Ingatkan Sinergitas Sistem Eksisting
Gayung bersambut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, merespons positif tawaran teknologi dari pihak Telkomsel. Namun, figur yang akrab disapa Appi ini memberikan catatan tebal bahwa program baru tersebut wajib sinkron dengan ekosistem dan regulasi digital yang tengah dijalankan oleh internal Pemkot Makassar.
“Saya setuju aja, tapi harus dibicarakan dulu secara teknis, dimulai dari sekolah mana. Kami siapkan tempatnya, Telkomsel masuk dengan perangkatnya. Jadi kita bangun bersama ruang-ruang digital di beberapa sekolah,” tegas Munafri.
Baca Juga : Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di Perumda Air Minum Makassar
Guna menguji efektivitas di lapangan, Munafri menyarankan agar Telkomsel melakukan proyek percontohan (pilot project) terlebih dahulu di beberapa sekolah pilihan. Ia juga menginstruksikan agar Tim Percepatan Digitalisasi bentukan Pemkot Makassar dikawal langsung dalam program ini agar seluruh integrasi data tidak tumpang tindih.
“Ada tim percepatan digitalisasi, jadi semua harus terkoneksi dengan baik. Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri,” papar politisi berlatar belakang pengusaha tersebut.
Di penghujung arahannya, Munafri mengingatkan manajemen Telkomsel agar program ini murni mengusung misi sosial dan edukasi jangka panjang bagi warga Makassar, bukan sekadar ruang ekspansi komersial komparatif.
Baca Juga : Hentikan Open Dumping, Pemkot Makassar Wajibkan Warga Pilah Sampah Organik dan Anorganik dari Rumah
“Kita dorong dulu manfaatnya. Pemberdayaan masyarakat harus di depan. Kalau komersialnya di depan, biasanya program tidak akan bertahan lama,” pungkas Munafri. Melalui kolaborasi ini, Pemkot Makassar berharap dapat membangun fondasi pendidikan berbasis digital yang inklusif dan berkelanjutan (red).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
