0%
Minggu, 12 April 2026 15:15

Integrasikan Urban Farming dan Pengelolaan Sampah, Munafri Arifuddin Target Target 95 Persen Efektivitas

Editor : Chale
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat diwawancarai oleh para jurnalis mengenai instruksi penguatan ketahanan pangan berbasis lorong dan target capaian kebersihan lingkungan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat diwawancarai oleh para jurnalis mengenai instruksi penguatan ketahanan pangan berbasis lorong dan target capaian kebersihan lingkungan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan DP2 untuk menggenjot program urban farming terintegrasi pengelolaan sampah demi kemandirian pangan.

MAKASSAR, portalmedia.id — Pemerintah Kota Makassar terus memacu seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk mengoptimalkan kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Fokus utama saat ini diarahkan pada penciptaan program kerja nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh lapisan masyarakat luas.

Salah satu agenda prioritas yang tengah diperkuat oleh otoritas setempat adalah pembangunan berbasis lingkungan yang berkelanjutan. Langkah ini dilakukan dengan menyatukan strategi ketahanan pangan lokal serta sistem manajemen pengelolaan sampah yang terintegrasi langsung di tingkat wilayah hunian warga.

Terkait kebijakan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar ditunjuk menjadi motor penggerak utama. Lembaga ini diinstruksikan untuk melakukan akselerasi program strategis pertanian perkotaan atau urban farming secara masif di seluruh kelurahan yang ada di Kota Daeng.

Baca Juga : Kawal Kelancaran SPMB 2026, Disdik Makassar Turunkan Tim Teknis Tambahan di Sekolah Favorit

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya memaksimalkan program pertanian kota ini di setiap wilayah perkampungan. Pria yang akrab disapa Appi ini menyatakan bahwa keterlibatan aktif dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan ekosistem hijau di tingkat lorong-lorong kota.

Lebih lanjut, Appi memaparkan bahwa konsep urban farming yang diusung tidak sekadar mengajak warga memanfaatkan keterbatasan lahan agar menjadi lebih produktif. Program ini sengaja didesain untuk berjalan beriringan dengan sistem pengolahan limbah rumah tangga. Melalui skema tersebut, sampah organik yang dihasilkan oleh dapur warga akan diolah menjadi pupuk kompos, yang kemudian dialokasikan kembali untuk menyuburkan tanaman pertanian perkotaan.

Penerapan konsep terpadu ini diharapkan mampu memicu lahirnya kesadaran kolektif di tengah masyarakat mengenai krusialnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pemerintah daerah memproyeksikan program ini sebagai solusi ganda yang efektif untuk memangkas volume pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir sekaligus memperkuat kedaulatan pangan keluarga di wilayah perkotaan.

Baca Juga : Sambangi Dua Sekolah Pantau SPMB 2026, Appi: Kita Pastikan Seleksi Transparan, Objektif, dan Berkeadilan

Menurut Munafri, keterbatasan ruang di area perkotaan bukan menjadi penghalang mutlak. Dengan bekal pengetahuan yang tepat serta ketelatenan dalam merawat tanaman, masyarakat bisa mewujudkan kemandirian pangan secara mandiri. Ia mengklaim implementasi urban farming di beberapa sudut Kota Makassar sejauh ini menunjukkan tren yang positif dan berhasil membentuk ekosistem pemenuhan gizi berkelanjutan serta menyokong perputaran ekonomi lokal.

Guna memperluas daya jangkau program, Wali Kota mengusulkan agar setiap kelompok pemuda atau organisasi kemasyarakatan diberikan tanggung jawab untuk membina minimal dua lorong produktif. Sinergi ini harus dikawal bersama dengan pihak kelurahan serta pengurus RT dan RW setempat agar penataan wilayah menjadi lebih rapi dan menghasilkan nilai ekonomis.

Selain komoditas sayur-mayur, model peternakan mini yang ramah lingkungan juga menjadi opsi yang ditawarkan. Appi mencontohkan budidaya ayam petelur skala kecil yang dikelola dengan sistem teknik modern yang tidak menimbulkan bau menyengat, sehingga tetap aman diaplikasikan pada kawasan padat penduduk.

Baca Juga : Komunitas Hijau Dukung Penataan PKL di Makassar, Yusran: Ini Bukan Penggusuran, tapi Menata Kota

Untuk menjamin keberlangsungan fasilitas dan pendampingan di lapangan, DP2 diminta segera membangun koordinasi yang solid dengan Dewan Lingkungan. Di samping itu, jajaran kecamatan dan dinas terkait diimbau untuk aktif menggandeng sektor swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR guna memperkuat aspek pendanaan program.

Di sisi lain, perbaikan sistem tata kelola sampah menjadi target besar yang ingin dicapai oleh manajemen Pemerintah Kota Makassar. Munafri memasang target tinggi agar tingkat efektivitas pengelolaan sampah di wilayahnya mampu menyentuh angka minimal 95 persen. Angka ini menjadi tantangan besar mengingat capaian realisasi saat ini dinilai belum bekerja secara maksimal dan masih berada di bawah kisaran 70 persen.

Oleh karena itu, seluruh camat dan lurah diinstruksikan untuk meningkatkan frekuensi pemantauan langsung ke wilayah kerja masing-masing. Komunikasi intensif dan kerja bakti bersama warga dinilai menjadi kunci utama untuk membawa perubahan nyata, khususnya dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan pemberdayaan lingkungan hidup yang sehat. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar