MAKASSAR, portalmedia.id — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar secara masif menyelenggarakan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Kebun dan Aku Hatinya PKK yang menyasar tiga wilayah strategis, yaitu Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala. Edukasi tatap muka ini digelar serentak di aula kantor kecamatan masing-masing dengan melibatkan partisipasi aktif dari para Ketua TP PKK kelurahan beserta seluruh elemen kader di wilayah setempat.
Pelaksanaan bimtek ini dirancang khusus untuk mematangkan pemahaman serta mengasah keterampilan para pengurus lapangan dalam mengoptimalisasi lahan di sekitar hunian. Melalui pengelolaan kebun mandiri, halaman rumah warga diharapkan dapat diubah menjadi area yang jauh lebih produktif, sehat, sekaligus memberikan kontribusi pangan yang bernilai guna bagi ketahanan internal keluarga.
Agenda ini diinisiasi langsung sebagai implementasi program kerja nyata dari Pokja III TP PKK Kota Makassar. Selama jalannya pelatihan, jajaran pengurus teras turun tangan memberikan pembekalan teknis mengenai tata cara perancangan kebun percontohan, pemenuhan indikator program, hingga pengenalan konsep Dapur B2SA yang mengusung prinsip menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman.
Baca Juga : Modifikasi Limbah Jadi Rupiah, TP PKK Makassar Dorong Kader Kreatif dan Mandiri Finansial
Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Hadijah Mahyuddin, menguraikan bahwa orientasi kebun dalam platform gerakan kemasyarakatan ini difokuskan pada jenis vegetasi yang berfaedah langsung untuk pemenuhan gizi dasar. Warga sangat dianjurkan untuk menanam aneka jenis komoditas sayur-mayur, buah-buahan, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta tanaman hias yang memiliki nilai guna fungsional. Pembudidayaan ini didorong agar dikelola secara kolektif oleh para ibu rumah tangga dengan sokongan penuh dari warga lingkungan sekitar.
Di sisi lain, Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Erieka Novianti, memaparkan sejumlah regulasi teknis yang wajib dipenuhi oleh tiap wilayah. Aturan mengamanatkan minimal tersedianya satu kebun percontohan di tiap kelurahan, serta sedikitnya 10 rumah percontohan yang mengadopsi pekarangan hijau produktif. Komponen wajib yang harus diintegrasikan di dalamnya meliputi unsur perikanan mandiri, peternakan mini, lumbung hidup, warung hidup, hingga penerapan aspek teknologi tepat guna.
Lebih lanjut, program halaman percontohan ini nantinya akan dikoneksikan secara langsung dengan program lingkungan hidup pemkot, yakni Gerakan SI-HIJAU. Erieka menegaskan, penguatan kapasitas lewat bimtek ini juga menjadi langkah awal penyelarasan instrumen penilaian dalam rangka menyambut pelaksanaan Lomba Aku Hatinya PKK yang akan bergulir di level provinsi hingga tingkat nasional. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
