JAKARTA, PORTALMEDIA – PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas kepatuhan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kategori Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/11).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan pemerintah terhadap komitmen Vale Indonesia dalam memenuhi kewajiban fiskal sebagai bagian dari penerapan tata kelola pertambangan yang baik sekaligus memperkuat kontribusi industri nikel terhadap penerimaan negara.
Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi, menyerahkan penghargaan kepada Vale Indonesia pada kategori kepatuhan pembayaran PNBP. Kategori tersebut merupakan satu dari enam penghargaan yang diberikan khusus untuk aspek kepatuhan fiskal dalam Apresiasi Minerba 2026.
Kinerja pembayaran kewajiban kepada negara juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, Vale Indonesia membukukan realisasi PNBP sebesar US$52,06 juta, meningkat 87,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$27,70 juta. Peningkatan itu terutama ditopang oleh pembayaran royalti produksi yang mencapai US$45,55 juta.
Tren tersebut berlanjut pada 2026. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, Vale Indonesia telah membayar royalti dan retribusi sebesar US$101,63 juta, naik 91,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$53,11 juta.
Head of Tax Vale Indonesia, Chandra Yudha, mengatakan apresiasi dari pemerintah menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kewajiban fiskal seiring pertumbuhan usaha.
“Bagi Vale Indonesia, apresiasi dari pemerintah atas kontribusi PNBP merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan akuntabilitas dan kepatuhan terbaik dalam pengelolaan sumber daya mineral,” kata Chandra.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan pemenuhan kewajiban kepada negara agar nilai ekonomi dari sektor pertambangan dapat memberikan manfaat bagi pembangunan nasional maupun daerah.
Saat ini Vale Indonesia mengoperasikan tambang dan fasilitas pengolahan nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan, serta mengembangkan proyek pertumbuhan di Bahodopi, Sulawesi Tengah, dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Ekspansi tersebut dinilai turut memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel nasional sekaligus meningkatkan kontribusi fiskal perusahaan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha pertambangan lainnya untuk terus meningkatkan kepatuhan dan kontribusi terhadap pembangunan nasional.
Dalam Apresiasi Minerba 2026, Ditjen Minerba memberikan total 42 penghargaan kepada badan usaha yang dinilai berkontribusi dalam pengelolaan sektor mineral dan batubara, meliputi kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Good Mining Practice, serta kepatuhan pembayaran PNBP.
Bagi Vale Indonesia, penghargaan ini menjadi penegasan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan pengelolaan sumber daya mineral memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

