0%
Kamis, 06 Oktober 2022 12:04

Uluran Tangan Perajut Senyum Tunadaksa: Melupakan Keterbatasan, Rintis Usaha dari Nol hingga Goal

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Aktvitas Takdir, dari pelatihan yang diperolehnya di "Teman Disabitas", Ia juga bisa memperbaiki komputer. Foto: Portalmedia?Gita
Aktvitas Takdir, dari pelatihan yang diperolehnya di "Teman Disabitas", Ia juga bisa memperbaiki komputer. Foto: Portalmedia?Gita

Adalah Muhammad Takdir (41), seorang lelaki penyandang tunadaksa yang tinggal di daerah Gowa Sulsel. Menjadi menarik untuk diangkat kisahnya, sebab Ia awalnya adalah seorang yang normal seperti biasanya, hingga mengalami kecelakaan dan memaksanya menjadi penyandang disabilitas. Hampir 9 tahun berlalu sejak kecelakaan itu, Ia hampir tak bisa berbuat apa-apa, dibuat kaget dengan kondisinya yang baru tanpa kaki. Hingga pada akhirnya uluran tangan itu datang.

Mengawali perbincangan, Takdir menengok pengalaman pahitnya di tahun 2013, tepat 9 tahun lalu, saat ia dipaksa oleh keadaan untuk menjadi penyandang tunadaksa. 

"Awalnya, sebelum saya disabilitas, saya ngajar di sekolah. Jadi, selama saya disabilitas tahun 2013 itu, saya akhirnya vakum, tidak ada aktivitas. Hanya di rumah saja mengurung diri, mengetik dan lebih cenderung introvert," ujarnya mengawali cerita.

"Itu juga karena ada beberapa faktor, yang pertama keadaan saya secara fisik punya keterbatasan. Terus yang kedua, ada rasa tidak percaya diri dan minder untuk masa depan. Saya merasa malu dan tidak punya harapan," lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga : Berdaya Muda: Pelatihan Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Usia Produktif di Makassar

Hingga perajut senyum itu datang dengan satu program "Disabilitas Siap Kerja" yang dipelopori oleh Yayasan Kalla. Perlahan tapi pasti, satu-satu harapan menjadi kembali. Takdir pada akhirnya seperti lupa bahwa ia adalah orang dengan keterbatasan, juga lupa bahwa dalam 9 tahun ini ia terus meratapi kakinya yang telah hilang. 

"Tepatnya akhir 2021, ada program pelatihan desain grafis untuk penyandang disabilitas, yang dilaksanakan Yayasan Kalla. Tak disangka dDari pelatihan tersebut, ternyata kami dibekali oleh Kalla 1 unit komputer gratis," ujar Takdir yang nampak sumringah bercerita. 

"Alhamdulillah dari situ bisa ma' kerja sekarang. Sebelumnya tidak ada sekali kukerja setelah kecelakaan itu. Sekarang beda mi. Biasa ma' terima orderan dari pelanggan. Dan ini mi ku gunakan untuk buat desainnya (sambil menunjuk 1 unit komputer)," ujarnya dengan dialek khas Kota Makassar.

Baca Juga : 35.782 Pekerja Rentan di Makassar Terima Jaminan Keselamatan dari Pemkot

Ia bercerita, Disabilitas Siap Kerja tidak hanya memberikan pelatihan satu kali kemudian selesai, tapi secara intens dan melakukan pendampingan yang membuat para penyandang tidak hanya dirinya, mampu mencapai goal yang mumpuni dan diperhitungkan. 

Rintis Usaha dari Nol hingga Goal

Bak peribahasa "harapan tak putus sampai jerat tersentak rantus", Takdir tak lagi ingin berputus asa dalam keadaan apa pun. Sebulan setalah mengikuti pelatihan, pria kelahiran 1981 itu akhirnya membuka usaha percetakan.

"Jadi, dari komputer yang dikasih itu, kemudian saya secara pribadi pergunakan untuk menerima orderan desain spanduk, stiker, undangan, dan menerima jasa ketikan. Saya promosikan ke desa-desa dan sekolah yang ada di sekitar sini. Banyak peminatnya," bebernya masih dengan dialek khas Makassar.

Baca Juga : Yayasan Hadji Kalla dan Yayasan Al Ghazali Resmikan Workshop H. Achmad Kalla Fakultas Teknik UIM

Omset yang diraupnya pun cukup menguntungkan. Ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dari usaha yang dibangunnya sendiri.

"Rata -rata setiap bulan, saya bisa dapat sekitar Rp2-3 juta. Alhamdulillah, cukup untuk saya yang masih jomlo," tuturnya berseloroh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar