0%
Kamis, 06 Oktober 2022 12:04

Uluran Tangan Perajut Senyum Tunadaksa: Melupakan Keterbatasan, Rintis Usaha dari Nol hingga Goal

Penulis : Gita Oktaviola
Editor : Rasdiyanah
Aktvitas Takdir, dari pelatihan yang diperolehnya di "Teman Disabitas", Ia juga bisa memperbaiki komputer. Foto: Portalmedia?Gita
Aktvitas Takdir, dari pelatihan yang diperolehnya di "Teman Disabitas", Ia juga bisa memperbaiki komputer. Foto: Portalmedia?Gita

Adalah Muhammad Takdir (41), seorang lelaki penyandang tunadaksa yang tinggal di daerah Gowa Sulsel. Menjadi menarik untuk diangkat kisahnya, sebab Ia awalnya adalah seorang yang normal seperti biasanya, hingga mengalami kecelakaan dan memaksanya menjadi penyandang disabilitas. Hampir 9 tahun berlalu sejak kecelakaan itu, Ia hampir tak bisa berbuat apa-apa, dibuat kaget dengan kondisinya yang baru tanpa kaki. Hingga pada akhirnya uluran tangan itu datang.

Takdir pun memiliki impian untuk membangun usahanya lebih besar lagi. Suatu saat nanti, lewat kerja kerasnya, Ia bercita-cita membangun kantor dan mempekerjakan orang.

"Mungkin sekarang saya kerja di rumah dan masih sendirian urus semua pesanan. Tapi, semoga suatu saat ini akan menjadi lebih besar, bisa ka' bangun kantor sendiri dan bisa ka' juga pekerjakan orang lain yang membutuhkan," harapnya.

Baca Juga : Berdaya Muda: Pelatihan Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Usia Produktif di Makassar

Takdir sangat bersyukur bisa menjadi salah satu dari sekian banyak penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan meraih uluran tangan Yayasan Kalla. 

"Yayasan Hadji Kalla ini, telah mengangkat harkat dan martabat saya serta pemenuhan hak penyandang disabilitas. Sekarang, saya sudah merasakan manfaat dari pelatihan kemarin, di antaranya saya dimudahkan untuk mengembangkan potensi, terutama dalam bidang IT," kata Takdir.

Dukung Rencana Usaha Berkelanjutan

Banyaknya cerita Takdir tentang bantuan Yayasan Kalla, penulis kemudian menemui Manager Bidang Pendidikan Yayasan Hadji Kalla, Suharto Parai.

Baca Juga : 35.782 Pekerja Rentan di Makassar Terima Jaminan Keselamatan dari Pemkot

Suharto menjelaskan, memang benar ada bantuan usaha yang diberikan untuk penyandang disabilitas. Sasarannya, adalah penyandang disabilitas yang berasal dari daerah Maros dan Gowa.

"Ada 23 orang yang menerima bantuan unit komputer dari program ini, kami memandang bahwa perhatian terhadap disabilitas khususnya pengembangan potensi di bidang desain grafis masih kurang, sehingga kami berinisiatif untuk berkontribusi dalam pemenuhan hak mereka agar tetap berkarya dan membangun usaha," jelasnya.

Setiap tahun, tutur Suharto, Yayasan Kalla memang selalu berkontribusi untuk memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas.

Baca Juga : Yayasan Hadji Kalla dan Yayasan Al Ghazali Resmikan Workshop H. Achmad Kalla Fakultas Teknik UIM

"Misalnya pemberian kursi roda dan kegiatan lainnya. Bahkan ibu Fatimah Kalla sendiri begitu lapang menerima mereka ketika penyandang disabilitas datang ke wisma. Dan, sudah banyak yang dibantu. Jadi bukan hanya ini," terangnya.

Target 5% untuk Penyandang Disabilitas

Media Relation Yayasan Kalla, Burhanuddin Mattawang, menambahkan, target bantuan untuk penyandang disabilitas setiap tahunnya sebesar 5% dari total rencana penerima manfaat.

"Rata-rata untuk penerima manfaat itu 100 hingga 1000 orang per tahunnya," ujar Burhanuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar