PORTALMEDIA.ID, MAROS - Kepolisian Resor (Polres) Maros masih terus melakukan pendalaman terkait motif keji seorang pria bernama Ridwan (23) yang tega menghabisi nyawa keponakannya sendiri.
Bayi yang baru berusia sekira 4 bulan dan belum diberikan nama oleh orang tuanya itu tewas dengan cara mengenaskan akibat dibanting Ridwan ke lantai kamar hingga bersimbah darah.
Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Slamet mengatakan, untuk motif pelaku tega membanting bayi tidak berdosa itu masih terus didalami pihaknya. Namun, beberapa waktu sebelum kejadian nahas itu, ayah sang bayi sempat terlibat cekcok dengan pelaku.
Baca Juga : Viral! Turis Polandia Ngamuk di Bantimurung, Nyaris Lempar Batu ke Warga
"Masih pendalaman (motifnya), jadi begini pada Kamis (19/10/2022) si R (Ridwan) ini sempat cekcok dengan bapak almarhum (korban). Terkait cekcoknya masih pendalaman nanti kita infokan," beber Slamet kepada Portalmedia, Minggu (23/10/2022).
Slamet juga menepis kabar bahwa motif pembunuhan bayi perempuan oleh pamannya sendiri itu didasari pelaku depresi ingin menikah.
"Jadi kalau cekcok untuk menikah itu bukan. Masih pendalaman motifnya," ungkap Slamet
Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Pria di Makassar Ditangkap, Motifnya Tak Terima Dipukul Saat Melerai
Sebelumnya diberitakan, Entah setan apa yang merasuki pikiran seorang pria bernama Ridwan (23) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia nekat melakukan aksi pembunuhan terhadap keponakannya sendiri yang masih berusia 4 bulan.
Kejadian itu dilakukan Ridwan di Desa Mattoanging, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, pada Sabtu (22/10/2022) sekira pukul 04:00 Wita, pagi.
Kasat Reskrim Polres Maros, IPTU Slamet membenarkan perihal kejadian tragis itu. Kata dia, korban membunuh korban dengan cara membanting korban hingga kepalanya pecah di lantai.
Baca Juga : Tak Hanya Habisi Ibu Mantan Kekasih, Pria Di Makassar Perkosa Putri Korban 4 Kali
"Pelaku sudah diamankan di Mapolres Maros, pelaku itu paman dari korban," jelas Slamet kepada Portalmedia, Sabtu petang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News