0%
Jumat, 11 November 2022 18:52

Sukseskan Program Kejar Imunisasi Anak Usia Dini, Dinkes Makassar Latih Korim dan Guru PAUD

Editor : Rahma
Ist
Ist

Salah satu sekolah yang menjadi pilot program kegiatan ini yakni Sekolah Rehabilitasi Inangmatutu

PORTALMEDIA. ID, MAKASSAR- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Koordinator Imunisasi (Korim), Guru PAUD dan Koordinator Posyandu, guna menyukseskan pelaksanaan Program Imunisasi Anak Usia Dini dan Pelaksanaan Metode My Village My Home(MVMH) di Makassar.

Bekerja sama dengan UNICEF dan Yayasan Gaya Celebes (YGC), pelatihan tersebut digelar di Hotel Swiss Bell Jalan Penghibur Kota Makassar dengan melibatkan 10 guru PAUD sebagai sekolah percontohan dalam program kejar imunisasi untuk anak usia dini.

Kepala Dinkes Makassar, Nursaidah Sirajuddin dalam sambutannya mengatakan, cakupan imunisasi Kota Makassar yang telah melebih target Nasional yaitu 96,36 persen (280.188 anak) yang telah diimunisasi Campak dan Rubella pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), tidak terlepas dari kontribusi semua pihak.

Baca Juga : Kolaborasi LP2M UIN Alauddin Makassar dan UNICEF Wujudkan Pesantren Ramah Anak di Sulsel

"Ini berkat Korim, guru PAUD, Koordinator posyandu, UNICEF dan YGC. Terima kasih untuk kerja kerasnya, " kata Nursaidah, Jumat 11 November saat membuka kegiatan.

Saat ini lanjut Nursaidah, muncul kembali PD3I (Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi), yang sebelumnya telah berhasil ditekan (Re-emerging Diseases) maupun penyakit menular baru (New Re-emerging Diseases).

"Agar masalah dapat diminimalisir maka perlu dilakukan koordinasi pelaksanaan program imunisasi pada anak usia dini," jelasnya.

Baca Juga : Dinkes Makassar Libatkan Satpol PP Tingkatkan Kepatuhan Perda KTR

Olehnya kata dia melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, mekanisme koordinasi untuk mencapai tujuan dari program imunisasi yakni terciptanya komunikasi yang efektif dan membangun kesepahaman antara guru, orang tua siswa dan puskesmas dengan menyasar anak-anak yang belum melengkapi imunisasinya (early screening) dapat tercapai. 

Salah satu sekolah yang menjadi pilot program kegiatan ini yakni Sekolah Rehabilitasi Inangmatutu Kassi-kassi yang berada di Kelurahan Bonto Makkio Kecamatan Rappocini mengaku akan turut membantu program pemerintah ini.

"Melalui program ini tentu dapat membuka kembali kesempatan untuk anak-anak mendapatkan hak kesehatan melalui pemberian imunisasi, " kata Pengelola Rehabilitasi Inangmatutu, Marwah.

Baca Juga : Integrasi Layanan Kesehatan Primer di Makassar, 19 Puskesmas Siap Beroperasi Maksimal

Hanya saja yang selalu menjadi kendala di lapangan adalah, tidak sedikit orang tua siswa yang menolak diberi imunisasi. Terutama orang tua yang telah hijrah. "Karena kadang seperti itu, dihubungkan dengan agama, haram. Kalau soal kandungan dan lain-lain mungkin kami masih bisa menjelaskan, tapi kalau sudah masuk ke keyakinan ribet lagi menghadapi orang tua seperti itu, " katanya.

Di Sekolah Rehabilitasi Inangmatutu sendiri sebut Marwah terdapat 65 orang anak yang terdaftar sebagai penerima manfaat (APM) atau peserta didik di sekolah tersebut. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak jalanan dan tidak mampu secara ekonomi.

"Anak-anak yang terlantar secara ekonomi dan pemeliharaan. Seperti bapaknya yang tukang parkir, mamanya butuh cuci sehingga anak ini tidak ada yang menjaga. Dititiplah disana, " jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Redaksi Portal Media menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@portalmedia.id atau Whatsapp 081395951236. Pastikan Anda mengirimkan foto sesuai isi laporan yang dikirimkan dalam bentuk landscape
Berikan Komentar
Populer