PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - BKKBN Sulsel membagikan 90 ribu butir telur untuk sebelas kecamatan di Kota Makassar, Senin (14/11/22).
Bantuan ini merupakan pemberian dari orangtua asuh, dalam hal ini PT Satwa Utama Raya Makassar, untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang sebagai upaya penurunan sunting.
"Pembagian telur 90 ribu butir untuk sebelas kecamatan di Kota Makassar untuk tahap pertama, sementara tahap selanjutnya akan dibagikan kepada empat kecamatan lagi," ujar Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani, pada Soft Launching Penyaluran Pemberian Makanan Tinggi Protein untuk Penurunan Stunting, di Kantor BKKBN Sulsel.
Baca Juga : Angka Stunting Makassar 2025 Berhasil Ditekan ke 22,9 Persen, Turun dari 25,6 Persen
Andi Rita mengungkapkan, Tim Percepatan Penurunan Stunting sudah terbentuk di 24 kabupaten kota di Sulsel.
Saat ini, stunting di keseluruhan daerah di se-Sulsel sudah turun menjadi 27,4 persen. Namun, angka tersebut masih lumayan tinggi dibandingkan dengan angka rata-rata nasional.
"Tim percepatan penurunan sunting terus bekerja untuk menurunkan. Alhamdulillah saat ini sudah turun mencapai 27,4 persen," ungkapnya.
Baca Juga : Rakor TPPS Makassar, Aliyah Serukan Kerja Nyata Atasi Stunting
Sementara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, yang turut hadir pada acara ini, mengatakan, pemerintah menargetkan angka stunting turun hingga 14 persen di tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut tentunya dibutuhkan pemetaan dan indentifikasi yang kuat untuk mengetahui pasti sejauh mana progres penurunan sunting.
"Kita butuh data, pemetaan, indentifikasi. Ini harus lengkap, lalu kita lakukan monitoring dan evaluasi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada BKKBN Sulsel dan semua stakeholder, termasuk PT Satwa Utama Raya, dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Baca Juga : Munafri Ajak Pejabat Baru Turunkan Angka Stunting, TBC dan Pengangguran
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Satwa Utama Raya, Nurahman, berharap, kegiatan ini mampu menguatkan komitmen semua pihak untuk mengatasi stunting, khususnya di Kota Makassar. Program ini merupakan bagian dari CSR perusahaan.
"Saya mewakili manajemen, dimana kami perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan makanan. Kami juga sudah bekerjasama dengan Kabupaten Maros dan Pangkep," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News