PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR - Maraknya boneka badut di jalan-jalan Kota Makassar turut disayangakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Kota Makassar Mahyuddin.
Parahnya lagi, bukan cuma orang dewasa yang melakoni pekerjaan ini, Mahyuddin juga sangat menyayangkan sebab belakangam justru anak di bawah umur juga ikut turun ke jalan menjadi Boneka Badut. Ia menegaskan bahwa ini adalah salah-satu praktik eksploitasi anak.
"Mempekerjakan sendiri anak di jalanan itu termasuk mengekploitasi," ujar Mahyuddin usai membuka Pekan Raya Jurnalis 2022 di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kampus 2, UIN Alauddin Makassar, Senin (5/12/2022).
Baca Juga : Danny Pomanto Tekankan Pentingnya Jagai Anakta di Pelepasan Dai Nusantara
Ia menegaskan, apalagi kalau anak-anak tersebut juga tidak diberikan haknya seperti hak untuk bermain dan hal untuk memperoleh pendidikan.
"Pemerintah Kota Makassar telah berulang kali melakukan razia dan pembina namun hasilnya tetap sama, mayoritas para Boneka Badut ini tetap turun ke jalan," katanya.
Pekerjaan Rumah untuk Pemkot saat ini
Mahyuddin juga menekankan pekerjaan rumah Kota Makassar saat ini, adalah bagaimana memberikan pendidikan dan bagiamana anak-anak bisa bersekolah.
Baca Juga : Wali Kota Danny Memakai Ramadan: Latih Diri Jadi Pemimpin dan Disiplin
"Dan berkaitan dengan itu Pemkot Makassar juga sudah mengeluarkan program Jagai Anakta, mungkin ke depan nanti akan lebih masif dalam menggelar razia dan memberikan pembinaan bagi orang yang mencari uang di lampu merah," lanjut Mahyuddin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News