PORTALMEDIA.ID, MAKASSAR- Babak final yang akan mempertemukan Argentina vs Perancis pada Minggu (18/12/2022) malam nanti, menjadi penutup pertarungan Piala Dunia 2022 yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir.
Pagelaran cabang olahraga paling bergengsi ini telah menarik perhatian hampir seluruh kalangan, bahkan besar sedikitnya memberi pengaruh terhadap tingkat aksi kriminalitas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Khusus untuk perkara kasus aksi pencurian, tercatat sepanjang Piala Dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Polrestabes Makassar mencatat setidaknya di bulan Oktober ada 182 laporan terkait kasus pencurian yang ditangani. Sementara di bulan November mengalami penurunan menjadi 172 laporan, saat dimana pengelaran Piala Dunia telah dimulai.
Baca Juga : Kapolda Sulsel Resmikan Gedung Parama Satwika dan Luncurkan Operasi Pamapta Polrestabes Makassar
"Iya menurun, tapi tidak bisa kita pastikan kalau itu (Piala Dunia) pengaruhnya. Yang pasti menurun karena kita lakukan patroli masif," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi, kepada Portalmedia, Kamis (15/12/2022) siang.
Meski begitu, menurut dia, momentum Piala Dunia cukup menarik, pasalnya banyak masyarakat yang mengalihkan perhatiaannya ke sana. Sehingga tidak menutup kemungkinan memang memberikan pengaruh terhadap aksi kriminalitas yang terjadi.
Namun, tetap saja, yang terpenting bagi kepolisian, ditegaskan Lando, adalah bagaimana pihaknya tetap senantiasa meningkatkan upaya-upaya penindakan secara preemtif serta prepentif dalam setiap penanganan kasus maupun peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini.
Baca Juga : Mangkir Dinas Enam Bulan, Polisi di Makassar Dipecat Tidak Hormat
Terlebih, menuju akhir tahun ini ada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang harus dihadapi.
"Jadi kita akan terus tingkatkan upaya-upaya preemtif dan prepentif menangani setiap masalah yang terjadi," ucapnya.
Pakar Sosiologi Unhas, Prof. Suparman Abdullah menilai Piala Dunia memang cukup memberikan pengaruh terhadap prilaku masyarakat. Perhatian hingga waktu mereka banyak tersita di sana. Aktivitas malam warga yang biasanya sepi tiba-tiba ramai karena nonton bareng (Nobar).
Baca Juga : Polrestabes Makassar Gagalkan Peredaran 13,3 Kg Sabu
Kondisi ini membuat pelaku pencurian menjadi urung jika ingin melancarkan aksinya di malam hari. Oleh karena itu, tidak salah, jika mengatakan bahwa angka kriminal menurun disebabkan pengaruh dari momentum Piala Dunia itu sendiri. Hanya saja, kontrol keamanan dari kepolisian tetaplah yang menjadi utama.
"Karena waktu atau perhatian seluruh kalangan, baik orang yang baik-baik, maupun orang pelaku kriminal terfokus perhatiannya pada laga Piala Dunia. Bisa saja memang ada keterkaitan karena dalam waktu-waktu tertentu dimana jam-jam rawan orang menjadi terjaga tidak tidur. Jadikan bisa meminalisir, nah bisa saja disibukkan dengan menunggu menyaksikan pertandingan Piala Dunia," kata dia.
Suparman menjelaskan, momentum Piala Dunia mungkin saja memang menunrunkan kasus kriminal seperti pencurian maupun sejenisnya. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa aktivitas perjudian pasti meningkat.
Baca Juga : Langgar Lalu Lintas, Polrestabes Makassar Sita Puluhan Motor
Hanya saja, Suparman tidak begitu mengkhawatirkannya. Pasalnya, momentum tersebut hanya bersifat sementara dan lebih digandrungi untuk waktu sesaat.
"Kalau tindakan perjudian itu menjadi bumbu saja supaya jadi menyenangkan. Tontonan temporer sifatnya selama Piala Dunia. Tindakan perjudian juga sifatnya hanya sementara saja karena untuk menyemarakkan," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News